Empat WNI Bebas dari Penyanderaan Bajak Laut Somalia
Empat warga negara Indonesia yang disandera perompak Somalia selama lebih dari lima bulan berhasil dilepaskan setelah operasi penyerbuan oleh aparat Puntland, dengan satu korban tewas dan lima lainnya luka-luka.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Operasi pembebasan empat warga negara Indonesia yang menjadi sandera perompak Somalia berlangsung pada Selasa pagi, 29 September 2026, di perairan lepas pantai wilayah Xaafun dan Bander Beyla. Aparat keamanan Puntland melakukan penyerbuan terhadap kapal tanker MT Honour 25 yang dibajak sejak April 2026, mengakibatkan bentrokan sengit antara pasukan dan para perompak. Dalam insiden itu, lima awak kapal tewas, termasuk tiga warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar, sementara lima lainnya mengalami luka tembak, termasuk salah satu warga Indonesia bernama Fiki Mutakin.
Kapten kapal MT Honour 25, Ashari Samadikun asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu yang selamat dan langsung menghubungi keluarganya lewat panggilan video. Dalam keterangannya, ia menyampaikan kondisi kacau di atas kapal, mengaku hampir mati dan tidak mampu membantu rekan-rekannya yang terluka. Ayahnya, Syamsuddin, mengungkapkan bahwa sang anak dalam keadaan trauma namun sudah dalam kondisi stabil. Ia juga menyampaikan bahwa Ashari menolak pulang sebelum Fiki Mutakin diperbolehkan dipulangkan bersama.
Setelah operasi, para awak kapal yang selamat dibagi menjadi dua kelompok. Lima orang yang mengalami luka parah dievakuasi ke rumah sakit terdekat di wilayah Gorawe karena kondisi medis yang tidak memungkinkan perjalanan jauh. Sementara tujuh awak lainnya, termasuk tiga WNI lainnya—Adi Faizal, Wahudinanto, dan Ashari—dibawa ke wilayah Bosaso dengan pengawalan ketat. Mereka saat ini menunggu keputusan dari pihak perusahaan terkait penyelesaian jenazah korban dan proses evakuasi medis.
Kapal MT Honour 25 yang membawa sekitar 18.500 barel minyak menuju Mogadishu sempat terdampar di dekat pantai Somalia sejak dibajak. Selama lima bulan, para sandera hanya diberi kesempatan menghubungi keluarga secara bergiliran melalui telepon kapal. Kondisi fisik dan mental mereka menurun drastis akibat kelangkaan makanan, air, dan tekanan psikologis. Syamsuddin menyebut bahwa mereka bertahan hanya dengan kesabaran, doa, dan sisa beras yang harus diirit.
Saat ini, pihak perusahaan masih menangani proses koordinasi evakuasi dan penyelesaian administratif. Sementara itu, 16 terduga perompak telah ditangkap oleh aparat Puntland, sedangkan sejumlah lainnya masih dalam pengejaran. Wakil Menteri Informasi Puntland menegaskan bahwa operasi dilakukan tanpa keterlibatan pihak luar dan menolak tuduhan bahwa aparat membantu pelarian para pelaku. Penyebab kematian lima awak kapal belum diungkap secara rinci, namun saksi menyebut terjadi penembakan saat bentrokan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pria 71 Tahun Dibebaskan Setelah 41 Tahun Tahanan Mati
Douglas Stewart Carter, yang divonis mati karena pembunuhan di Utah 1985, dibebaskan dengan jaminan setelah bukti DNA baru menunjukkan tidak adanya kaitan genetik dengan kejahatan tersebut.
3 Oktober 2026

Pilot India Selamatkan Penumpang Usai Ditikam di Kokpit
Kapten Smit Machchhar, pilot Flydubai, selamatkan lebih dari 170 penumpang setelah ditikam kopilotnya saat penerbangan ke Tel Aviv, lalu memimpin upaya pendaratan darurat di Arab Saudi.
3 Oktober 2026

Israel Periksa Kopilot Flydubai Usai Insiden Bajak Pesawat
Israel berencana menginterogasi kopilot asal Oman yang diduga berusaha membajak pesawat Flydubai saat terbang ke Tel Aviv, sementara penyelidikan bersama dengan UEA sedang berlangsung.
3 Oktober 2026

220 Becak Listrik Disalurkan untuk Tukang Becak Lanjut Usia di Karawang
Bupati Karawang menyerahkan 220 becak listrik bantuan Presiden Prabowo kepada tukang becak lansia, sebagai bentuk dukungan terhadap pekerja informal dan transisi ke transportasi berkelanjutan.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sarmuji Ajak Tim Kemenperin Kerja Kolaboratif Tanpa Formalitas Berlebihan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Suahasil Belum Tetapkan Peran Spesifik Tiga Wamenkeu
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Geo Dipa Tetap di Kemenkeu untuk Dorong Ekosistem Hijau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA
Sarmuji Resmi Jabat Menperin, Janji Lanjutkan Reformasi Industri
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Inflasi Terkendali, Manufaktur Ekspansi, Neraca Perdagangan Surplus
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Kemenhub Jamin Tiket Pesawat Nataru 2026 Terjangkau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.49 WITA

Dua Perempuan di Bende Berjuang Melawan Sampah demi Kebersihan Lingkungan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.49 WITA

Geo Dipa Siapkan Tiga Jalur Pendanaan untuk Ekspansi PLTP
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA

