Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Monumen Selamat Datang

Enam aktivis Greenpeace dievakuasi dari atas Monumen Selamat Datang di Bundaran HI setelah membentangkan spanduk protes terkait krisis iklim dan kenaikan biaya hidup.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Monumen Selamat Datang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, dan Suku Dinas Gulkarmat berhasil mengevakuasi enam aktivis Greenpeace Indonesia dari atas Monumen Selamat Datang pada Selasa pagi. Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 06.05 hingga 06.15 WIB, dengan melibatkan enam ambulans dan dukungan dari petugas pemadam kebakaran. Salah satu aktivis perempuan yang terlihat lemas saat turun langsung dibawa ke klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk penanganan medis, menunjukkan perhatian terhadap keselamatan jiwa selama aksi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, menyatakan bahwa seluruh aktivis berhasil dievakuasi tanpa ada yang tertinggal di atas monumen. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian menghargai hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai, namun tetap menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum serta tidak merusak struktur cagar budaya. Bundaran HI telah resmi ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024, sehingga setiap aktivitas yang mengancam integritasnya harus dihindari.

Proses penyelidikan akan dilakukan melalui analisis rekaman CCTV untuk memetakan kronologi kejadian, termasuk kapan aktivis naik ke atas monumen dan bagaimana proses pemasangan spanduk raksasa berwarna kuning yang memuat pesan tentang dampak bencana alam, tekanan ekonomi, serta seruan penanganan krisis iklim. Meski proses hukum belum diputuskan, polisi menyatakan bahwa penanganan awal akan fokus pada keselamatan korban.

Sebelumnya, Alif Fauzi dari LBH Jakarta menyampaikan bahwa total ada 11 orang terlibat dalam aksi tersebut, dengan lima lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani pendampingan. Enam aktivis yang dievakuasi kini menunggu tindak lanjut dari tim penyidik Reskrimsus dan PPNS. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi ekspresi demokratis namun menekankan bahwa kebebasan harus tetap diimbangi dengan tanggung jawab terhadap ketertiban dan kelestarian kawasan publik.

Spanduk yang dipasang telah diturunkan oleh petugas sekitar pukul 08.00 WIB. Aksi tersebut digelar sebagai bagian dari peringatan dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di hari yang sama, aksi serupa juga dilakukan oleh mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, serta di sejumlah kota lain seperti Yogyakarta dan Makassar, dengan tuntutan terkait lingkungan, korupsi, kebebasan berpendapat, dan kenaikan biaya layanan publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya