Eropa Perkuat Kemitraan dengan Vietnam untuk Amankan Sumber Mineral Kritis
Uni Eropa mempercepat pendekatan strategis terhadap Vietnam guna jaga pasokan mineral penting seperti tungsten dan logam tanah jarang, mengurangi ketergantungan pada China.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.26 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Uni Eropa tengah memperluas kerja sama strategis dengan Vietnam dalam sektor mineral kritis, menyusul kekhawatiran terhadap ketahanan pasokan global. Dokumen internal yang diperoleh oleh media internasional menunjukkan bahwa Vietnam memiliki cadangan signifikan dari bahan baku seperti tungsten, antimon, bismut, bauksit, dan logam tanah jarang, yang vital bagi industri pertahanan dan teknologi tinggi. Fokus utama adalah memastikan akses stabil terhadap komoditas tersebut sebagai respons terhadap ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekspor dari negara lain, terutama China.
Dokumen yang disusun oleh perwakilan UE di Hanoi pada Juni 2026 menekankan urgensi membangun ketahanan industri Eropa melalui kolaborasi dengan mitra alternatif. Rekomendasi utama mencakup dukungan finansial, bantuan teknis, dan insentif kebijakan untuk pengembangan industri pertambangan dan pengolahan di Vietnam. Tujuannya adalah menjaga akses Eropa terhadap tungsten, bismut, antimon, serta titanium, yang selama ini menjadi komoditas ekspor utama dari Vietnam ke Eropa.
Kunjungan resmi pemimpin Vietnam, To Lam, ke Brussels sedang dipersiapkan dan diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam membahas kerja sama konkret. Meski belum diumumkan secara resmi, Komisi Eropa menyatakan sedang mengevaluasi berbagai opsi kerja sama. Di tengah itu, perubahan kepemilikan aset strategis di Vietnam, termasuk saham di Masan High-Tech Materials, menimbulkan kekhawatiran. Penjualan 4,99% saham kepada Elmet Group—perusahaan asal AS yang menyuplai tungsten untuk cadangan pertahanan AS—dan rencana penjualan tambahan 5% kepada investor non-Eropa, dikhawatirkan mengganggu aliran pasokan ke Eropa.
Proyek pengolahan logam tanah jarang yang melibatkan Lynas Rare Earths (Australia) dan LS Eco Energy (Korea Selatan) juga menjadi sorotan. Meski proyek ini memanfaatkan bahan baku impor, dokumen UE menilai risiko tinggi terhadap ketergantungan jangka panjang dan kehilangan daya saing jika Eropa tidak segera mengambil langkah strategis. Untuk itu, diperlukan dukungan keuangan seperti pinjaman, hibah, dan asuransi kredit ekspor, termasuk pendanaan pemetaan sumber daya mineral. Namun, keberhasilan kerja sama tetap tergantung pada keberhasilan mengatasi tantangan seperti regulasi ketat, transparansi kepemilikan China, dan kebijakan nasionalisme ekonomi yang kian menguat di Vietnam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

