Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Eropa Perkuat Kemitraan dengan Vietnam untuk Amankan Sumber Mineral Kritis

Uni Eropa mempercepat pendekatan strategis terhadap Vietnam guna jaga pasokan mineral penting seperti tungsten dan logam tanah jarang, mengurangi ketergantungan pada China.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.26 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
Eropa Perkuat Kemitraan dengan Vietnam untuk Amankan Sumber Mineral Kritis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Uni Eropa tengah memperluas kerja sama strategis dengan Vietnam dalam sektor mineral kritis, menyusul kekhawatiran terhadap ketahanan pasokan global. Dokumen internal yang diperoleh oleh media internasional menunjukkan bahwa Vietnam memiliki cadangan signifikan dari bahan baku seperti tungsten, antimon, bismut, bauksit, dan logam tanah jarang, yang vital bagi industri pertahanan dan teknologi tinggi. Fokus utama adalah memastikan akses stabil terhadap komoditas tersebut sebagai respons terhadap ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekspor dari negara lain, terutama China.

Dokumen yang disusun oleh perwakilan UE di Hanoi pada Juni 2026 menekankan urgensi membangun ketahanan industri Eropa melalui kolaborasi dengan mitra alternatif. Rekomendasi utama mencakup dukungan finansial, bantuan teknis, dan insentif kebijakan untuk pengembangan industri pertambangan dan pengolahan di Vietnam. Tujuannya adalah menjaga akses Eropa terhadap tungsten, bismut, antimon, serta titanium, yang selama ini menjadi komoditas ekspor utama dari Vietnam ke Eropa.

Kunjungan resmi pemimpin Vietnam, To Lam, ke Brussels sedang dipersiapkan dan diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam membahas kerja sama konkret. Meski belum diumumkan secara resmi, Komisi Eropa menyatakan sedang mengevaluasi berbagai opsi kerja sama. Di tengah itu, perubahan kepemilikan aset strategis di Vietnam, termasuk saham di Masan High-Tech Materials, menimbulkan kekhawatiran. Penjualan 4,99% saham kepada Elmet Group—perusahaan asal AS yang menyuplai tungsten untuk cadangan pertahanan AS—dan rencana penjualan tambahan 5% kepada investor non-Eropa, dikhawatirkan mengganggu aliran pasokan ke Eropa.

Proyek pengolahan logam tanah jarang yang melibatkan Lynas Rare Earths (Australia) dan LS Eco Energy (Korea Selatan) juga menjadi sorotan. Meski proyek ini memanfaatkan bahan baku impor, dokumen UE menilai risiko tinggi terhadap ketergantungan jangka panjang dan kehilangan daya saing jika Eropa tidak segera mengambil langkah strategis. Untuk itu, diperlukan dukungan keuangan seperti pinjaman, hibah, dan asuransi kredit ekspor, termasuk pendanaan pemetaan sumber daya mineral. Namun, keberhasilan kerja sama tetap tergantung pada keberhasilan mengatasi tantangan seperti regulasi ketat, transparansi kepemilikan China, dan kebijakan nasionalisme ekonomi yang kian menguat di Vietnam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya