Etalase Mewah Prancis Siapkan Pengamanan Ekstra Jelang Demo Besar
Banyak butik mewah di Prancis memperketat keamanan dan menutup etalase menyusul ancaman kerusuhan dalam aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan Sabtu, menyusul kerusakan pada pekan sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah toko mewah di kawasan strategis Paris, termasuk di dekat Place Vendôme, mulai menutup etalase dengan papan pelindung dan menambah tenaga keamanan swasta menjelang aksi demonstrasi besar pada Sabtu (24/10). Tindakan ini diambil setelah insiden penjarahan dan kerusakan toko terjadi di berbagai kota Prancis pekan lalu, yang menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan aset dan pengunjung. Beberapa peritel memilih untuk tidak beroperasi sama sekali selama masa demonstrasi, termasuk gerai jam tangan Rolex dan perhiasan De Beers, yang memutuskan tutup penuh pada hari tersebut.
Pemerintah Prancis menyiapkan antisipasi besar dengan mengerahkan 70 ribu personel kepolisian, termasuk unit khusus, untuk mengamankan area publik. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez menyatakan langkah ini sebagai upaya mencegah terulangnya kekerasan seperti yang terjadi dalam aksi pekan lalu. Di tengah antisipasi tersebut, sejumlah merek besar seperti Dior, Louis Vuitton, Bulgari, dan IWC tetap menjaga operasional namun memperkuat pengawasan di lokasi mereka.
Perusahaan seperti Hermès dan Printemps juga memperbarui sistem keamanan, termasuk memperkuat etalase dan pintu masuk, serta menambah staf pengamanan. Kepala keuangan Hermès, Eric du Halgouet, mengakui peningkatan pengamanan telah dilakukan, namun menekankan belum dapat memperkirakan dampak jangka panjang terhadap bisnis. Sementara itu, pengalaman langsung dari wisatawan seperti Jerry Lay dari Kamboja menunjukkan ketidakpastian atas kembali kunjungan ke Prancis sebagai destinasi belanja mewah.
Kondisi ini semakin menekan industri barang mewah yang sudah menghadapi perlambatan permintaan akibat melemahnya sentimen konsumen dan ketidakpastian perjalanan internasional. LVMH, Hermès, dan Kering baru saja melaporkan kinerja kuartalan yang tidak sesuai ekspektasi. Di sisi lain, para staf toko seperti Lidiya Shevchenko dari Graziella Braccialini menyatakan kekhawatiran bahwa suasana tidak kondusif berdampak langsung pada minat belanja pengunjung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026

Netanyahu Siapkan Kejutan Besar untuk Otoritas Palestina
Dua tentara Israel tewas di Tepi Barat, memicu ancaman militer besar dan pernyataan Netanyahu soal kejutan strategis jelang pemilu.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

