Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Etalase Mewah Prancis Siapkan Pengamanan Ekstra Jelang Demo Besar

Banyak butik mewah di Prancis memperketat keamanan dan menutup etalase menyusul ancaman kerusuhan dalam aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan Sabtu, menyusul kerusakan pada pekan sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Etalase Mewah Prancis Siapkan Pengamanan Ekstra Jelang Demo Besar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejumlah toko mewah di kawasan strategis Paris, termasuk di dekat Place Vendôme, mulai menutup etalase dengan papan pelindung dan menambah tenaga keamanan swasta menjelang aksi demonstrasi besar pada Sabtu (24/10). Tindakan ini diambil setelah insiden penjarahan dan kerusakan toko terjadi di berbagai kota Prancis pekan lalu, yang menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan aset dan pengunjung. Beberapa peritel memilih untuk tidak beroperasi sama sekali selama masa demonstrasi, termasuk gerai jam tangan Rolex dan perhiasan De Beers, yang memutuskan tutup penuh pada hari tersebut.

Pemerintah Prancis menyiapkan antisipasi besar dengan mengerahkan 70 ribu personel kepolisian, termasuk unit khusus, untuk mengamankan area publik. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez menyatakan langkah ini sebagai upaya mencegah terulangnya kekerasan seperti yang terjadi dalam aksi pekan lalu. Di tengah antisipasi tersebut, sejumlah merek besar seperti Dior, Louis Vuitton, Bulgari, dan IWC tetap menjaga operasional namun memperkuat pengawasan di lokasi mereka.

Perusahaan seperti Hermès dan Printemps juga memperbarui sistem keamanan, termasuk memperkuat etalase dan pintu masuk, serta menambah staf pengamanan. Kepala keuangan Hermès, Eric du Halgouet, mengakui peningkatan pengamanan telah dilakukan, namun menekankan belum dapat memperkirakan dampak jangka panjang terhadap bisnis. Sementara itu, pengalaman langsung dari wisatawan seperti Jerry Lay dari Kamboja menunjukkan ketidakpastian atas kembali kunjungan ke Prancis sebagai destinasi belanja mewah.

Kondisi ini semakin menekan industri barang mewah yang sudah menghadapi perlambatan permintaan akibat melemahnya sentimen konsumen dan ketidakpastian perjalanan internasional. LVMH, Hermès, dan Kering baru saja melaporkan kinerja kuartalan yang tidak sesuai ekspektasi. Di sisi lain, para staf toko seperti Lidiya Shevchenko dari Graziella Braccialini menyatakan kekhawatiran bahwa suasana tidak kondusif berdampak langsung pada minat belanja pengunjung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya