Ethereum Kuatkan Ekosistem Kripto dengan Inovasi Teknologi
Ethereum terus memperkuat posisinya sebagai fondasi digital global melalui pembaruan teknis dan mekanisme ekonomi yang menekankan efisiensi serta keberlanjutan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.54 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 126x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Ethereum hadir sebagai platform blockchain yang dirancang untuk mendukung aplikasi terdesentralisasi, bukan sekadar alat penyimpan nilai seperti Bitcoin. Melalui fitur smart contract, jaringan ini memungkinkan pengembangan berbagai layanan digital, mulai dari keuangan terdesentralisasi (DeFi), token stabil, hingga aset digital unik (NFT). Sejak peluncuran jaringan utama pada 30 Juli 2015, Ethereum terus berkembang sebagai pusat inovasi dalam ekosistem kripto global. Setiap transaksi dan eksekusi kontrak di jaringan membutuhkan pembayaran dalam bentuk gas fee menggunakan aset ETH, yang membuat aktivitas jaringan menjadi faktor penting dalam menentukan permintaan terhadap aset tersebut.
Pembaruan besar-besaran telah dilakukan untuk meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi jaringan. Pada September 2022, The Merge mengubah mekanisme konsensus dari Proof of Work ke Proof of Stake, mengurangi konsumsi energi secara signifikan dan menggantikan penambangan dengan sistem validator yang mempertaruhkan ETH. Sejak itu, serangkaian pembaruan diluncurkan secara bertahap, termasuk Shapella yang memungkinkan penarikan dana staking, Dencun yang meningkatkan performa lapisan kedua, dan Pectra yang menaikkan batas saldo validator hingga 2.048 ETH. Pembaruan Fusaka pada Desember 2025 dan rencana Glamsterdam pada 2026 menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas dan ketahanan jaringan.
Dari sisi ekonomi, mekanisme pembakaran biaya transaksi melalui EIP-1559 telah memengaruhi dinamika pasokan ETH secara struktural. Meskipun tidak ada batas maksimum emisi, jumlah ETH yang beredar terus terpengaruh oleh keseimbangan antara pembakaran dan penerbitan baru. Pada 16 September 2026, kapitalisasi pasar Ethereum mencapai 291,6 miliar dolar AS dengan dominasi pasar sebesar 11,23 persen, sementara jumlah ETH yang beredar mencapai 122,05 juta unit. Meski demikian, harga ETH tetap rentan terhadap volatilitas, pernah mencapai puncak sebesar 4.946,05 dolar AS pada 24 Agustus 2025, sebelum mengalami penurunan hingga 51,67 persen pada 16 September 2026.
Di Indonesia, pengawasan aset kripto telah beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 10 Januari 2025. Masyarakat kini dapat bertransaksi melalui platform yang telah mendapatkan izin dan berada di bawah pengawasan regulator. Salah satu contohnya adalah Ajaib Kripto, yang menyediakan akses perdagangan aset kripto melalui aplikasi digital sekaligus menawarkan investasi pada lebih dari 650 saham perusahaan AS. Namun, investor tetap diingatkan untuk memahami risiko volatilitas, karakteristik aset, serta memastikan legalitas platform sebelum melakukan transaksi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

