Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

EV Naik, Industri Suku Cadang Tetap Menguntungkan

Penetrasi mobil listrik di Indonesia belum mengancam bisnis suku cadang kendaraan konvensional karena transisi masih berlangsung dan komponen hybrid masih banyak yang sama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 09.15 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
EV Naik, Industri Suku Cadang Tetap Menguntungkan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan jumlah mobil listrik di pasar Indonesia tidak serta-merta mengancam kelangsungan bisnis suku cadang kendaraan bermesin pembakaran internal. Menurut Ketua Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), Yusak Kristian, meski EV memiliki jumlah komponen lebih sedikit dibanding kendaraan konvensional, perubahan ini tidak akan terjadi secara instan. Ia menekankan bahwa proses transformasi menuju mobilitas elektrifikasi membutuhkan waktu lama, terutama karena keterbatasan infrastruktur di berbagai daerah.

Kondisi tersebut menjamin tetap adanya permintaan terhadap suku cadang kendaraan konvensional dalam jangka menengah. Yusak menegaskan bahwa kendaraan hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) masih menggunakan banyak komponen yang identik dengan mobil ICE, termasuk sistem transmisi, rem, dan sistem kelistrikan. Oleh karena itu, tidak ada ancaman langsung terhadap industri suku cadang meskipun penggunaan BEV terus meningkat.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, sekitar 10 ribu komponen kendaraan konvensional diperkirakan akan berkurang seiring dominasi mobil listrik murni. Namun, mobil listrik hanya membutuhkan sekitar 20 ribu komponen, berbeda dengan kendaraan konvensional yang membutuhkan sekitar 30 ribu komponen. Komponen seperti mesin, transmisi manual, knalpot, busi, tangki bahan bakar, dan sistem rem hidrolis akan berkurang penggunaannya, tetapi tidak akan hilang sepenuhnya dalam era transisi.

Dengan demikian, industri suku cadang tetap memiliki potensi menguntungkan selama proses transformasi berlangsung. Yusak menegaskan bahwa tidak mungkin dalam waktu singkat mobil listrik bisa menggantikan seluruh kendaraan konvensional. Karena itu, kebutuhan akan suku cadang ICE akan tetap ada, terutama di wilayah dengan akses infrastruktur listrik dan pengisian daya yang belum merata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya