Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

FEKDI x IFSE 2026 Torehkan Dampak Nyata di Ekosistem Digital Nasional

Festival Ekonomi Keuangan Digital dan Fintech Summit 2026 sukses menunjukkan sinergi lintas sektor dalam percepatan transformasi digital dengan fokus pada talenta, konektivitas, dan inklusi ekonomi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
FEKDI x IFSE 2026 Torehkan Dampak Nyata di Ekosistem Digital Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 resmi berakhir setelah tiga hari berlangsung di Jakarta International Convention Center, Sabtu (26/9). Acara yang digelar bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, dan Asosiasi Fintech Indonesia berhasil menarik partisipasi hampir 30.000 peserta, baik secara fisik maupun digital. Tema utama acara, “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”, menjadi landasan bagi lebih dari 30 sesi diskusi, 50 narasumber dari berbagai latar belakang, serta 40 institusi yang terlibat secara aktif.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada paparan teknologi, tetapi juga menjadi wadah penting dalam mempertemukan pelaku industri, lembaga pemerintah, pengembang solusi digital, dan talenta muda. Lebih dari 340 agenda matching bisnis dan talenta menjadi bukti nyata komitmen terhadap pengembangan ekosistem yang berkelanjutan. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa transformasi ekonomi digital memerlukan lebih dari infrastruktur dan inovasi teknologi—diperlukan pula sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi penggerak utama perubahan. Ia menilai sinergi yang terjalin selama acara mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Koordinasi antarlembaga diperkuat melalui integrasi dengan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi dan Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong digitalisasi nasional. Ia memproyeksikan potensi ekonomi digital Indonesia mencapai US$100 miliar pada 2025 dan diperkirakan tumbuh hingga US$300 miliar pada 2030. Rencana penandatanganan kerangka kerja sama ekonomi digital tingkat ASEAN di Manila bulan depan diharapkan menjadi pemicu ekspansi digital regional yang lebih terintegrasi.

Di bidang sistem pembayaran, Bank Indonesia menegaskan komitmen memperluas cakupan QRIS Antarnegara hingga ke India, Uni Emirat Arab, dan Timor-Leste. Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta dengan 47,11 juta merchant, di mana 96 persennya berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Gubernur BI, Destry Damayanti, menekankan bahwa inovasi pembayaran harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar alat teknologi canggih. MoU dengan Banco Central de Timor-Leste (BCTL) menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas regional. Program Indonesia Travel Pack juga diluncurkan untuk mempermudah transaksi wisatawan dari negara yang belum terakses QRIS.

Di sektor jasa keuangan, digitalisasi terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Hingga Juli 2026, kredit perbankan tumbuh 13,58% secara tahunan mencapai Rp9.135 triliun dengan rasio kecukupan modal 23,84%. Pinjaman daring mencapai Rp105,63 triliun, sementara jumlah akun konsumen aset kripto melampaui 22,93 juta. Pada penutupan, BI memberikan penghargaan kepada pemenang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 sebagai bentuk apresiasi atas peran generasi muda dalam meningkatkan literasi digital dan promosi kuliner Nusantara melalui konten kreatif. Acara ini menjadi simbol nyata dari upaya bersama dalam membangun ekosistem digital yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya