Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner

Festival Jajanan Bango 2026 digelar di Hutan Kota GBK Jakarta, menampilkan lebih dari 50 pelaku UMKM kuliner untuk memperluas akses pasar dan memperkuat ekosistem kreatif generasi muda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Festival Jajanan Bango 2026 resmi dibuka di Hutan Kota GBK Jakarta pada akhir pekan, 24 hingga 25 Oktober 2026. Acara ini menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner untuk memperkenalkan produk khas nusantara kepada publik secara luas. Lebih dari 50 tenant dari berbagai daerah ikut ambil bagian, menunjukkan keberagaman dan kreativitas dalam pengolahan makanan tradisional.

Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk dukungan nyata dari pemerintah terhadap pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di sektor kuliner. Melalui ajang tahunan ini, pemerintah berupaya menciptakan ruang kolaborasi antara pelaku usaha, konsumen, dan stakeholder terkait, guna mempercepat pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memperluas jangkauan pasar dan membangun brand lokal yang kuat di kancah nasional.

Penyelenggaraan festival menekankan pentingnya inovasi dalam menjaga daya saing produk kuliner tradisional. Banyak pelaku UMKM yang memadukan resep klasik dengan sentuhan modern, baik dalam penyajian maupun kemasan, tanpa mengorbankan nilai budaya asli. Ini menjadi daya tarik utama bagi generasi muda yang cenderung lebih responsif terhadap pengalaman kuliner yang autentik namun kontemporer.

Tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah memperkuat ekosistem ekonomi lokal dengan menghubungkan produsen langsung dengan konsumen, sekaligus mempercepat digitalisasi usaha melalui platform promosi dan distribusi. Dengan demikian, UMKM kuliner tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya