Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Festival Seni Cahaya Hidupkan Sejarah Benteng Suwon

Festival Seni Media 2026 menghadirkan nuansa baru pada Benteng Suwon Hwaseong melalui proyeksi cahaya dan pertunjukan tari di malam hari.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 23.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Festival Seni Cahaya Hidupkan Sejarah Benteng Suwon📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Benteng bersejarah Suwon Hwaseong di Korea Selatan kembali menjadi sorotan dunia lewat Festival Suwon Hwaseong Media Art 2026, yang berlangsung pada Senin, 21 September. Dalam perhelatan tersebut, dinding-dinding benteng yang telah berusia ratusan tahun menjadi layar megah untuk proyeksi seni digital, menghadirkan visual warna-warni yang menggambarkan dinamika sejarah dan kehidupan masyarakat setempat.

Pertunjukan seni cahaya ini tidak hanya menonjolkan keindahan arsitektur, tetapi juga menjadi medium untuk menghidupkan kembali narasi sejarah yang terkubur. Pengunjung dari berbagai kalangan memadati area benteng pada malam hari, terpukau oleh sinar dan gerakan visual yang berpadu dengan musik dan ritme pertunjukan.

Di Gerbang Hwaseomun, penari profesional turut ambil bagian dalam pertunjukan yang menekankan hubungan antara warisan budaya dan ekspresi seni kontemporer. Melalui gerakan tubuh dan kostum khas, mereka menyampaikan cerita kehidupan sehari-hari masyarakat di masa lalu, menjadikan benteng bukan sekadar struktur batu, melainkan ruang hidup yang terus berkembang.

Festival ini merupakan bentuk inovasi dalam pelestarian warisan budaya, di mana seni digital digunakan sebagai alat edukasi dan penguatan identitas lokal. Dengan menggabungkan teknologi modern dan nilai-nilai sejarah, Suwon Hwaseong mampu menarik generasi muda sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga warisan dunia UNESCO.

Tujuan utama dari perhelatan ini adalah membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap sejarah melalui pendekatan kreatif. Dengan menawarkan pengalaman sensorik yang mendalam, festival ini membuktikan bahwa warisan budaya bisa tetap relevan dan menarik, bahkan di tengah perubahan zaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya