Ford: AS Harus Waspada Terhadap Dominasi Mobil China
CEO Ford, Jim Farley, memperingatkan AS untuk tidak mengulangi kesalahan Eropa dalam membuka pasar bagi produsen mobil China tanpa proteksi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Jim Farley, pemimpin Ford Motor Company, menyerukan perlunya kebijakan yang lebih ketat terhadap masuknya kendaraan listrik asal Tiongkok ke pasar Amerika Serikat. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap setiap kebijakan yang memungkinkan perusahaan otomotif Tiongkok beroperasi di AS, dengan mengacu pada dampak yang dialami pasar Eropa sebagai peringatan nyata.
Menurut Farley, ekspansi cepat merek-merek Tiongkok di benua Eropa telah mengancam keberlangsungan produsen lokal, yang kini kesulitan mempertahankan pangsa pasar. Kondisi ini, kata dia, muncul akibat kurangnya perlindungan industri domestik dan akses pasar yang terlalu terbuka, sehingga menguntungkan produsen asal Tiongkok yang mampu menawarkan harga kompetitif.
Meski mengingatkan akan risiko tersebut, Farley menegaskan bahwa Ford tetap terbuka terhadap kerja sama strategis dengan perusahaan asal Tiongkok, khususnya di bidang teknologi dan efisiensi produksi. Ia menyebut kolaborasi hanya akan dilakukan jika mampu menekan biaya operasional atau mengisi celah keahlian yang belum dimiliki perusahaan.
Komitmen Ford untuk tetap berdiri di atas kaki sendiri tetap kuat, namun dengan pendekatan yang lebih selektif dan berbasis kepentingan strategis jangka panjang. Farley menegaskan bahwa keberhasilan industri otomotif AS tidak boleh bergantung pada akses pasar yang tidak terkendali.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Bisa Naik Kapal Penyeberangan dengan Aturan Ketat
Kemenhub atur tata letak dan syarat khusus mobil listrik saat menyeberang, termasuk pengurangan kapasitas baterai dan penempatan di area khusus untuk antisipasi kebakaran.
3 Oktober 2026

RUU Larangan Mobil China Ancam Perdagangan Mercedes di AS
Rancangan undang-undang AS yang melarang kendaraan dengan keterlibatan China lebih dari 15 persen berpotensi mengusir Mercedes-Benz dari pasar Amerika, meski pengusung menegaskan merek Jerman tidak akan diblokir secara langsung.
3 Oktober 2026

VinFast Perkuat Kemandirian Industri Kendaraan Listrik di Indonesia
VinFast menargetkan kandungan lokal mencapai 80 persen pada 2030 melalui pabrik di Subang yang akan mendorong pertumbuhan ekosistem industri dalam negeri.
2 Oktober 2026

Indonesia Bisa Pilih Jalur Energi Otomotif Sendiri
Pakar menekankan pentingnya pendekatan multipathway dalam transformasi otomotif nasional, menghindari ketergantungan penuh pada model China atau Eropa.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

