Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari

Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gandrung Sewu 2026 resmi dibuka di Pantai Marina Boom dengan penampilan megah yang memadukan tarian tradisional, musik lokal, dan teknologi cahaya modern. Sebanyak 1.300 penari dari Banyuwangi dan berbagai wilayah di Indonesia tampil dalam formasi kompleks, mengusung tema Kembang Dermo. Setiap gerakan, kostum, dan tata cahaya dirancang secara khusus untuk menciptakan pengalaman teatrikal yang mendalam dan menarik bagi penonton.

Penggunaan bahan berpendar pada omprog, sampur, dan kipas penari, ditambah body painting berbahan fosfor, menciptakan efek cahaya yang menyala saat pertunjukan berlangsung. Dalam gelapnya malam, para penari seperti bercahaya sendiri, membentuk pemandangan visual yang tak terlupakan. Pertunjukan ini juga diperkaya dengan penampilan drone fireworks yang membentuk simbol-simbol khas Banyuwangi, termasuk Gunung Ijen dan ikon Gandrung, di langit malam.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa perubahan konsep ini bukan berarti meninggalkan akar budaya, melainkan upaya melestarikan tradisi dengan cara yang relevan di era modern. Ia menyampaikan bahwa budaya yang hidup adalah budaya yang terus berkembang, diperbarui, dan diterima oleh generasi baru. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku seni, dan mitra strategis menjadi kunci keberlanjutan pertunjukan yang telah berusia 14 tahun.

Dukungan dari InJourney turut menegaskan komitmen bersama dalam menghadirkan inovasi budaya yang berkelas. Penyelenggaraan ini juga berhasil memasukkan Gandrung Sewu ke dalam kalender Kharisma Event Nasional untuk kelima kalinya, menunjukkan pengakuan nasional atas konsistensi dan kualitas penyajian. Penutupan pertunjukan diberi warna istimewa melalui penampilan Kunto Aji dan Project Pop, yang membawakan lagu kebangsaan sebagai simbol kebersamaan dan kebanggaan budaya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya