Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gempa M 6,1 Guncang Sumbawa, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan

Gempa berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang Sumbawa pagi ini, dengan pusat di laut barat daya Kodi, tanpa potensi tsunami, namun masyarakat diminta waspada terhadap gempa susulan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gempa M 6,1 Guncang Sumbawa, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 terjadi pada pukul 05.55 WIB di wilayah Sumbawa, mengguncang berbagai kawasan di provinsi Sulawesi Tenggara. Lokasi episentrum berada di koordinat 9.70 LS, 118.92 BT, tepatnya 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Kedalaman gempa mencapai 10 kilometer, menunjukkan aktivitas sesar dangkal yang cukup signifikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berpotensi memicu tsunami. Namun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Pernyataan ini disampaikan melalui sistem peringatan dini InaTEWS, yang menyebutkan perlunya kewaspadaan ekstra dalam menghadapi aktivitas seismik yang masih berlangsung.

Selain di Sumbawa, gempa dengan kekuatan 5,9 magnitudo juga tercatat di wilayah Calang-Aceh Jaya pada pukul 06.37 WIB. Titik pusat gempa terletak di 4.56 LU, 94.97 BT, berjarak 68 kilometer barat daya Calang. Meskipun gempa ini juga tidak menimbulkan ancaman tsunami, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesiapsiagaan, terutama di daerah-daerah rawan gempa.

Kegiatan seismik yang terjadi pada pagi hari ini menunjukkan aktivitas tektonik yang masih tinggi di wilayah Nusantara, khususnya di sekitar zona subduksi Lempeng Indo-Australia. BMKG mengingatkan bahwa gempa susulan dapat terjadi dalam rentang waktu beberapa jam hingga hari berikutnya, sehingga penting bagi masyarakat untuk tidak lengah dan selalu siap mengantisipasi risiko.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya