Gempa M 7,0 Guncang Tibet, 16 Tewas dan 32 Luka-Luka
Gempa bermagnitudo 7,0 mengguncang wilayah Nagqu, Tibet Utara, menewaskan 16 orang dan melukai 32 lainnya, dengan tim penyelamat dikerahkan ke lokasi terdampak.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter mengguncang wilayah dataran tinggi Nagqu di Tibet Utara pada Kamis malam waktu setempat, menyebabkan keributan besar di kalangan warga setempat. Getaran kuat terasa hingga ke kota-kota jauh seperti Lhasa, ibu kota wilayah otonom, sekitar 400 kilometer jauhnya. Banyak penduduk langsung berhamburan keluar rumah, mencari tempat aman di luar bangunan atau bahkan di dalam kendaraan yang terparkir di tepi jalan, menanggapi ancaman segera dari guncangan bumi.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.33 waktu setempat, dengan pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer di atas permukaan laut. Wilayah yang terdampak memiliki ketinggian rata-rata mencapai 4.864 meter di atas permukaan laut, menjadikannya daerah dengan akses terbatas dan potensi respon darurat yang lebih sulit. Seorang warga mengungkapkan terbangun dari tidur akibat guncangan hebat dan mendengar suara rumah berderit, menunjukkan intensitas gempa yang cukup besar.
Menurut data dari Pusat Jaringan Gempa China (CENC), gempa terasa jelas di seluruh wilayah sekitar pusat gempa. Hingga pukul 02.25 waktu setempat pada Jumat, otoritas setempat melaporkan 11 korban mengalami cedera serius, sementara 21 lainnya mengalami luka ringan. Ditemukan pula dua warga terluka di sebuah desa yang berada dekat pusat gempa, menandakan dampak yang merata di wilayah terpencil tersebut.
Tim pemadam kebakaran dan tim penyelamat segera dikerahkan menuju lokasi terdampak untuk menangani keadaan darurat. Kondisi infrastruktur di wilayah pegunungan tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi dan distribusi bantuan. Meski wilayah ini jarang penduduk, gempa tetap menimbulkan kerugian manusia yang signifikan, mengingat tingkat kerentanan wilayah terhadap bencana alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026

Larangan HP di Kelas Dorong Fokus dan Peningkatan Prestasi
Studi besar di India menunjukkan pelarangan penggunaan ponsel selama kelas meningkatkan fokus belajar dan hasil akademik mahasiswa, terutama bagi yang awalnya berprestasi rendah.
24 Oktober 2026

TBLA Bantah Kaitan dengan Kebakaran Lahan Melalui PML
TBLA menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan lahan atau kegiatan usaha PML, meski terdapat hubungan transaksi suku cadang dan kesamaan pemegang saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

