Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gempa M 7,0 Guncang Tibet, 16 Tewas dan 32 Luka-Luka

Gempa bermagnitudo 7,0 mengguncang wilayah Nagqu, Tibet Utara, menewaskan 16 orang dan melukai 32 lainnya, dengan tim penyelamat dikerahkan ke lokasi terdampak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Gempa M 7,0 Guncang Tibet, 16 Tewas dan 32 Luka-Luka📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter mengguncang wilayah dataran tinggi Nagqu di Tibet Utara pada Kamis malam waktu setempat, menyebabkan keributan besar di kalangan warga setempat. Getaran kuat terasa hingga ke kota-kota jauh seperti Lhasa, ibu kota wilayah otonom, sekitar 400 kilometer jauhnya. Banyak penduduk langsung berhamburan keluar rumah, mencari tempat aman di luar bangunan atau bahkan di dalam kendaraan yang terparkir di tepi jalan, menanggapi ancaman segera dari guncangan bumi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.33 waktu setempat, dengan pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer di atas permukaan laut. Wilayah yang terdampak memiliki ketinggian rata-rata mencapai 4.864 meter di atas permukaan laut, menjadikannya daerah dengan akses terbatas dan potensi respon darurat yang lebih sulit. Seorang warga mengungkapkan terbangun dari tidur akibat guncangan hebat dan mendengar suara rumah berderit, menunjukkan intensitas gempa yang cukup besar.

Menurut data dari Pusat Jaringan Gempa China (CENC), gempa terasa jelas di seluruh wilayah sekitar pusat gempa. Hingga pukul 02.25 waktu setempat pada Jumat, otoritas setempat melaporkan 11 korban mengalami cedera serius, sementara 21 lainnya mengalami luka ringan. Ditemukan pula dua warga terluka di sebuah desa yang berada dekat pusat gempa, menandakan dampak yang merata di wilayah terpencil tersebut.

Tim pemadam kebakaran dan tim penyelamat segera dikerahkan menuju lokasi terdampak untuk menangani keadaan darurat. Kondisi infrastruktur di wilayah pegunungan tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi dan distribusi bantuan. Meski wilayah ini jarang penduduk, gempa tetap menimbulkan kerugian manusia yang signifikan, mengingat tingkat kerentanan wilayah terhadap bencana alam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya