Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China

Generasi Z di Amerika Serikat mulai mempertimbangkan mobil listrik asal China karena harga yang terjangkau, meski masih terkendala tarif impor tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA·👁 6 orang membaca· 0 hari ini · 87x dibuka
Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tren pembelian kendaraan di kalangan generasi muda di Amerika Serikat mengalami pergeseran signifikan, dengan sebagian besar Gen Z menunjukkan minat terhadap mobil listrik buatan China. Data terbaru menunjukkan bahwa 69 persen pengemudi berusia muda di AS kini mempertimbangkan merek seperti BYD dan Geely sebagai pilihan utama. Alasan utama di balik preferensi ini adalah keterjangkauan harga, yang menjadi sorotan mengingat rata-rata harga mobil baru di negara tersebut telah mencapai sekitar US$50 ribu, setara Rp894,32 juta dengan kurs 1 USD = Rp17.886.

Di tengah kenaikan biaya bahan bakar dan harga kendaraan yang terus melambung, mobil listrik China menawarkan alternatif yang jauh lebih terjangkau. Sebagai contoh, model BYD Dolphin Surf di pasaran Eropa dijual dengan harga sekitar US$25 ribu, atau setara Rp447,15 juta—setengah dari rata-rata harga mobil baru di AS. Angka ini membuat produk-produk dari produsen China menjadi sangat menarik bagi kalangan yang memprioritaskan nilai ekonomi tanpa mengorbankan kualitas teknologi.

Meski demikian, kendaraan listrik asal China masih menghadapi hambatan signifikan berupa tarif impor 100 persen yang diterapkan oleh pemerintah AS. Kebijakan ini menahan penetrasi pasar, namun dinamika konsumen mulai mengubah narasi politik, terutama menjelang pemilu sela. Beberapa tokoh politik, termasuk mantan Presiden Donald Trump, telah menyiratkan kemungkinan membuka ruang bagi perusahaan China untuk membangun pabrik perakitan di wilayah AS, sebagai bentuk respons terhadap permintaan pasar.

Tidak hanya di sektor otomotif, ketertarikan Gen Z terhadap produk murah dari China juga mulai memengaruhi sektor lain seperti semikonduktor. Tingginya biaya komponen chip yang memicu kenaikan harga perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop semakin mendorong pencarian alternatif yang lebih terjangkau. Kini, tekanan dari konsumen muda yang menginginkan produk berkualitas dengan harga wajar menjadi tren yang sulit diabaikan, meskipun pemerintah tetap waspada terhadap risiko persaingan tidak sehat dan keamanan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya