Gen Z Prioritaskan Perjalanan, Tapi Tetap Cermat Soal Anggaran
Survei global menunjukkan 74 persen Gen Z dan milenial anggap traveling sebagai pengeluaran tak bisa ditawar, bahkan rela terima gaji lebih rendah demi fleksibilitas bepergian.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 68x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Generasi Z kini memandang perjalanan sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup, bukan sekadar kebutuhan liburan semata. Data dari survei American Express Travel 2026 mengungkap bahwa 74 persen responden dari kalangan muda menganggap bepergian sebagai prioritas utama dalam pengeluaran, bahkan di atas kebutuhan lainnya. Tidak hanya itu, sebanyak 40 persen dari mereka global menyatakan berencana meningkatkan anggaran perjalanan pada 2026 dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan tren yang semakin kuat terhadap mobilitas dan eksplorasi.
Kebutuhan akan fleksibilitas dalam bekerja pun turut terdampak oleh kecintaan terhadap perjalanan. Survei yang sama mencatat 64 persen Gen Z dan milenial bersedia menerima pekerjaan dengan tunjangan lebih kecil asalkan memiliki ruang lebih besar untuk bepergian. Hal ini menunjukkan bahwa bagi generasi muda, keseimbangan hidup dan kebebasan bergerak kini lebih bernilai daripada kestabilan finansial semata. Keputusan karier kini tidak lagi hanya ditentukan oleh gaji, melainkan juga oleh kemungkinan untuk menjelajah dunia.
Namun, ketertarikan terhadap perjalanan tidak berarti mereka abai terhadap anggaran. Gen Z tetap mempertimbangkan nilai dari setiap pengeluaran. Mereka tidak mencari destinasi paling murah, melainkan yang menawarkan pengalaman bermakna—baik itu menikmati budaya lokal, menghadiri konser musik, mencicipi kuliner khas, atau sekadar melepas stres dari rutinitas. Tren concert tourism, di mana perjalanan dilakukan khusus untuk menghadiri acara musik, menjadi salah satu bukti bahwa motivasi utama bukan hanya tujuan wisata, melainkan pengalaman emosional yang dirasakan.
Dukungan dari teknologi digital turut memperkuat pola perencanaan perjalanan. Platform media sosial, ulasan wisatawan, serta rekomendasi kreator menjadi sumber informasi utama dalam memilih destinasi. Banyak yang memutuskan perjalanan jauh sebelum membandingkan harga tiket, karena ketertarikan pada pengalaman atau acara tertentu lebih dahulu muncul. Studi Klook bersama Global Wellness Institute menunjukkan 64 persen wisatawan muda melihat perjalanan sebagai sarana untuk "reset" mental, kembali merasa segar, dan membangun kembali kepercayaan diri setelah masa tekanan.
Pada sisi keuangan, Gen Z menunjukkan kecermatan dalam pengelolaan anggaran. Survei TGM Europe Travel Insights 2026 menyebutkan 38 persen wisatawan usia 18–24 tahun memperkirakan menghabiskan 500 hingga 1.000 euro per orang untuk perjalanan utama musim panas. Angka ini mencerminkan komitmen terhadap kualitas pengalaman, bukan hanya biaya terendah. Fleksibilitas dalam memesan tiket, mengatur jadwal, serta membaca ulasan juga menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan. Di Indonesia, tren pembayaran digital terus berkembang, dengan transaksi mobile banking dan QRIS meningkat signifikan pada Agustus 2026, memperkuat ekspektasi konsumen terhadap kemudahan dan kecepatan dalam transaksi daring.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

