Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gen Z Prioritaskan Perjalanan, Tapi Tetap Cermat Soal Anggaran

Survei global menunjukkan 74 persen Gen Z dan milenial anggap traveling sebagai pengeluaran tak bisa ditawar, bahkan rela terima gaji lebih rendah demi fleksibilitas bepergian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 68x dibuka
Gen Z Prioritaskan Perjalanan, Tapi Tetap Cermat Soal Anggaran📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Generasi Z kini memandang perjalanan sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup, bukan sekadar kebutuhan liburan semata. Data dari survei American Express Travel 2026 mengungkap bahwa 74 persen responden dari kalangan muda menganggap bepergian sebagai prioritas utama dalam pengeluaran, bahkan di atas kebutuhan lainnya. Tidak hanya itu, sebanyak 40 persen dari mereka global menyatakan berencana meningkatkan anggaran perjalanan pada 2026 dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan tren yang semakin kuat terhadap mobilitas dan eksplorasi.

Kebutuhan akan fleksibilitas dalam bekerja pun turut terdampak oleh kecintaan terhadap perjalanan. Survei yang sama mencatat 64 persen Gen Z dan milenial bersedia menerima pekerjaan dengan tunjangan lebih kecil asalkan memiliki ruang lebih besar untuk bepergian. Hal ini menunjukkan bahwa bagi generasi muda, keseimbangan hidup dan kebebasan bergerak kini lebih bernilai daripada kestabilan finansial semata. Keputusan karier kini tidak lagi hanya ditentukan oleh gaji, melainkan juga oleh kemungkinan untuk menjelajah dunia.

Namun, ketertarikan terhadap perjalanan tidak berarti mereka abai terhadap anggaran. Gen Z tetap mempertimbangkan nilai dari setiap pengeluaran. Mereka tidak mencari destinasi paling murah, melainkan yang menawarkan pengalaman bermakna—baik itu menikmati budaya lokal, menghadiri konser musik, mencicipi kuliner khas, atau sekadar melepas stres dari rutinitas. Tren concert tourism, di mana perjalanan dilakukan khusus untuk menghadiri acara musik, menjadi salah satu bukti bahwa motivasi utama bukan hanya tujuan wisata, melainkan pengalaman emosional yang dirasakan.

Dukungan dari teknologi digital turut memperkuat pola perencanaan perjalanan. Platform media sosial, ulasan wisatawan, serta rekomendasi kreator menjadi sumber informasi utama dalam memilih destinasi. Banyak yang memutuskan perjalanan jauh sebelum membandingkan harga tiket, karena ketertarikan pada pengalaman atau acara tertentu lebih dahulu muncul. Studi Klook bersama Global Wellness Institute menunjukkan 64 persen wisatawan muda melihat perjalanan sebagai sarana untuk "reset" mental, kembali merasa segar, dan membangun kembali kepercayaan diri setelah masa tekanan.

Pada sisi keuangan, Gen Z menunjukkan kecermatan dalam pengelolaan anggaran. Survei TGM Europe Travel Insights 2026 menyebutkan 38 persen wisatawan usia 18–24 tahun memperkirakan menghabiskan 500 hingga 1.000 euro per orang untuk perjalanan utama musim panas. Angka ini mencerminkan komitmen terhadap kualitas pengalaman, bukan hanya biaya terendah. Fleksibilitas dalam memesan tiket, mengatur jadwal, serta membaca ulasan juga menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan. Di Indonesia, tren pembayaran digital terus berkembang, dengan transaksi mobile banking dan QRIS meningkat signifikan pada Agustus 2026, memperkuat ekspektasi konsumen terhadap kemudahan dan kecepatan dalam transaksi daring.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya