Gilingan Tuntaskan 60% Sampah Organik Lewat Komposer Berbasis Komunitas
Fasilitas komposer di Gilingan, Surakarta, berhasil menyelesaikan 60% permasalahan sampah organik melalui kolaborasi pengelolaan berkelanjutan dan edukasi masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di tengah tantangan pengelolaan sampah di wilayah padat penduduk, Gilingan, Banjarsari, Surakarta, menunjukkan terobosan nyata dalam penanganan limbah organik. Melalui fasilitas komposer yang dibangun secara kolaboratif, sekitar 60% beban sampah organik rumah tangga berhasil diminimalkan, menjadikan wilayah ini sebagai contoh penerapan sistem pengolahan berbasis komunitas yang efektif.
Fasilitas ini didukung oleh Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) melalui kerja sama strategis dengan ResikPlus, platform konsultan lingkungan yang berfokus pada edukasi dan pengelolaan sampah. Upaya ini dirancang untuk mengatasi keterkaitan antara ketersediaan air bersih dan kualitas lingkungan, di mana penanganan sampah yang buruk dapat memicu risiko kesehatan, terutama di kawasan perkotaan.
Komposer berkapasitas 2.000 liter mampu mengolah sisa makanan menjadi pupuk kompos dalam waktu dua bulan. Dengan mengurangi volume sampah organik hingga 80%, setiap rumah tangga yang terlibat hanya menghasilkan 5 hingga 10 kilogram kompos dari 30 kilogram limbah awal—dengan rata-rata kandungan air mencapai 75%. Proses ini sejalan dengan regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, yang mewajibkan pengelolaan sampah secara terintegrasi dan membatasi pengiriman sampah ke TPA hanya untuk jenis residu.
Pengelolaan sampah organik di Gilingan diharapkan mampu menyerap 80% dari total limbah organik pada tahun-tahun mendatang. Dengan pendekatan partisipatif dan edukasi berkelanjutan, program ini tidak hanya mengurangi tekanan terhadap Tempat Pembuangan Akhir, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi lokal melalui produksi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian dan kebun komunitas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Empat event besar digelar serentak di kawasan GBK dan Senayan pada 24 Oktober, memicu rekayasa lalu lintas dan penyesuaian transportasi umum untuk hindari kemacetan parah.
24 Oktober 2026

Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Konser Kanye West di GBK
Dishub DKI Jakarta menerapkan penyesuaian arus lalu lintas di sekitar GBK selama konser Kanye West, mulai malam hingga dini hari, dengan pengalihan rute dan layanan transportasi khusus.
24 Oktober 2026

Konser Kanye West di GBK Siap Digelar dengan Aturan Ketat
Konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar pada 24 Oktober dengan jadwal masuk terpisah berdasarkan kategori tiket dan aturan ketat soal barang bawaan serta akses khusus.
23 Oktober 2026

20 Ribu Turis Asing Sambangi Jakarta untuk Konser Kanye West
Sebanyak 20.500 penonton asing dipastikan hadir di konser Kanye West di GBK, 24 Oktober 2026, menjadi acara tunggal pertama di Indonesia dari tur globalnya.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

