Google Hentikan Sementara Program Bug Bounty Open Source
Google menangguhkan sementara program bug bounty untuk perangkat lunak sumber terbuka mulai 1 Oktober 2026 akibat lonjakan laporan tidak valid yang diduga berasal dari kecerdasan buatan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 17.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Google telah menghentikan sementara program bug bounty khusus untuk proyek sumber terbuka sejak 1 Oktober 2026, dengan rencana evaluasi ulang pada kuartal pertama tahun 2027. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan drastis jumlah laporan kerentanan yang masuk, sebagian besar dikirim secara otomatis dan mengandung informasi yang tidak akurat atau bahkan halusinatif.
Berdasarkan keterangan resmi dari perusahaan, sistem yang awalnya dirancang untuk mendorong kolaborasi keamanan siber kini mengalami beban berlebihan akibat aktivitas yang tidak sesuai harapan. Tim keamanan Google dan pengelola proyek open source mengaku kesulitan dalam memverifikasi laporan-laporan tersebut, terutama yang dikirim oleh alat berbasis kecerdasan buatan.
Program ini sebelumnya menjadi wadah bagi para peneliti independen untuk melaporkan kelemahan sistem dan menerima imbalan berdasarkan tingkat seriusnya temuan. Namun, kini, karena sebagian besar pengajuan tidak valid, efektivitas dan keberlanjutan program menjadi terancam. Google menegaskan bahwa penangguhan bukan tanda kegagalan, melainkan langkah strategis untuk menata ulang mekanisme penerimaan laporan.
Perusahaan tetap mendorong komunitas pengembang dan peneliti keamanan untuk menggunakan program bug bounty lain yang masih aktif, serta menyarankan pendekatan lebih selektif dalam pengajuan. Tujuan utamanya tetap menjaga integritas dan keandalan sistem keamanan digital, serta memastikan bahwa sumber daya teknis digunakan secara efisien.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chip Canggih di E-Paspor Indonesia Dorong Akses Ke Jepang
E-paspor Indonesia dilengkapi chip biometrik yang mempercepat proses imigrasi dan membuka akses bebas visa ke Jepang.
5 Oktober 2026

AI Picu Kekacauan Pemilu di Asia Tenggara, Peringatan dari Pakar
Laporan terbaru mengungkap penggunaan kecerdasan buatan untuk menyebarkan disinformasi massal dalam konteks pemilu di Malaysia, mengancam stabilitas demokrasi kawasan.
5 Oktober 2026

AI Dorong Ledakan Microdrama di China, Produsen Tantang Kreativitas
Industri microdrama berbasis AI di China melonjak, dengan lebih dari 90 persen dari 430 ribu konten daring dalam delapan bulan pertama tahun ini dibuat menggunakan teknologi buatan, tetapi tantangan kreativitas dan kejenuhan penonton muncul akibat pola cerita yang berulang.
5 Oktober 2026

Prabowo Soroti Ancaman Siber dan Disinformasi di HUT TNI ke-81
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia kini menghadapi ancaman tak hanya fisik, tetapi juga siber dan disinformasi yang bertujuan memecah belah bangsa.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Musk dan Tokoh Teknologi Bantu Pentagon Rancang Perang Masa Depan
Senin, 5 Oktober 2026, 17.58 WITA

Penurunan Populasi Jepang Ditetapkan sebagai Krisis Nasional
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Ben Gvir Tegaskan Tepi Barat Milik Israel Sepenuhnya
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Impor BBM Tanpa Tender, Pemerintah Jaga Stok Nasional
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Menkeu Lantik 17 Pejabat, Tekankan Penuntasan APBN 2026 dan Persiapan 2027
Senin, 5 Oktober 2026, 17.53 WITA

Letjen Saleh Mustafa Pensiun Dini Usai Dilantik Jadi Wamentan
Senin, 5 Oktober 2026, 17.53 WITA

Dudung Serahkan Jabatan KSP ke Listyo Sigit dengan Pesan Strategis
Senin, 5 Oktober 2026, 17.53 WITA

Pengusaha Miras Diduga Sumbang Rp30 Juta untuk CSR Palsu
Senin, 5 Oktober 2026, 17.52 WITA

