Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Google Perluas Akses SynthID Global untuk Deteksi Konten AI

Google meluncurkan akses global SynthID yang memungkinkan publik memverifikasi keaslian foto, video, dan audio hasil generasi AI secara gratis dan mudah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 09.06 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Google Perluas Akses SynthID Global untuk Deteksi Konten AI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Google kini secara global melengkapi layanan SynthID untuk memudahkan publik memverifikasi asal-usul konten digital yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan. Fitur ini memungkinkan pengguna mengecek apakah sebuah gambar, rekaman video, atau audio dihasilkan oleh alat AI dari mitra seperti Google, OpenAI, Nvidia, atau Kakao. Dengan kemampuan mendeteksi watermark tersembunyi, layanan ini menjadi alat penting dalam membedakan konten asli dan hasil manipulasi digital.

Sejak peluncuran awal pada 2023, SynthID telah menandai lebih dari 180 miliar gambar dan video, serta menyimpan total durasi audio mencapai 240.000 tahun. Penambahan akses global ini menandai langkah strategis Google dalam mendukung transparansi digital di era generasi konten berbasis AI. Pihak perusahaan menekankan pentingnya informasi yang jelas untuk membantu pengguna mengambil keputusan berdasarkan kepercayaan terhadap konten yang ditemui di internet.

Melalui situs resmi SynthID, pengguna dapat mengunggah file dalam berbagai format, termasuk JPG, PNG, WEBP, MP4, MOV, WAV, dan MP3. Sistem akan langsung menganalisis file dan memberikan hasil berupa informasi apakah konten tersebut dibuat atau diedit menggunakan AI. Jika ditemukan sebagai hasil AI, layanan akan menampilkan nama platform yang digunakan, seperti Google AI atau ChatGPT. Sebaliknya, jika tidak terdeteksi sebagai hasil AI, sistem akan menyatakan bahwa media tersebut tidak berasal dari mitra SynthID, kemungkinan besar dibuat sebelum adopsi teknologi atau oleh entitas non-mitra.

Google berharap dengan kemudahan akses ini, masyarakat dapat lebih kritis dalam menilai informasi digital, terutama di tengah penyebaran konten AI yang kian masif. Dengan dukungan teknis yang terus diperkuat, SynthID diharapkan menjadi standar global dalam identifikasi keaslian konten digital, sekaligus menjaga integritas informasi di ruang publik digital.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya