Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Googlebook OS Gantikan Chrome OS Mulai 2027

Google memperkenalkan Googlebook OS sebagai pengganti Chrome OS, dengan dukungan pembaruan hingga masa berlaku perangkat tetap berjalan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Googlebook OS Gantikan Chrome OS Mulai 2027📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Google secara resmi memulai transformasi sistem operasi dengan meluncurkan Googlebook OS, platform baru yang mengintegrasikan fondasi ChromeOS dan teknologi Android untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih terintegrasi dan canggih. Sistem ini dirancang untuk mendukung aplikasi native, performa tinggi, serta fitur produktivitas yang didukung kecerdasan buatan berbasis Gemini Intelligence. Peluncuran awal fokus pada konsumen, sementara transisi untuk lingkungan pendidikan dan korporasi akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Meskipun transisi ke Googlebook OS telah dimulai, Google menegaskan bahwa perangkat ChromeOS yang telah beredar tetap akan menerima pembaruan sistem sesuai jadwal kebijakan perusahaan. Hal ini berarti pengguna saat ini tidak perlu khawatir terhadap keamanan atau ketersediaan fitur, karena perangkat mereka akan terus mendapatkan dukungan hingga masa pembaruan berakhir. Prinsip utama Chromebook—kecepatan, kesederhanaan, keamanan, serta kemudahan berbagi dan pengelolaan—tetap menjadi fondasi utama dalam pengembangan sistem baru.

Pembaruan inti untuk pengelolaan perangkat Googlebook mulai diterapkan pada paruh kedua 2027, dengan rencana transisi yang disusun secara transparan dan terstruktur. Google menyatakan komitmen untuk memastikan proses migrasi berjalan lancar, terutama bagi institusi yang mengandalkan perangkat Chromebook dalam skala besar. Lisensi ChromeOS Enterprise dan Education yang aktif tetap berlaku, termasuk kemampuan manajemen TI dan pembaruan otomatis.

Perangkat Googlebook generasi pertama diluncurkan pada 21 September 2026, menggandeng pabrikan seperti Asus, Dell, HP, dan Lenovo. Semua model mengandalkan chipset Snapdragon X Elite berbasis fabrikasi 3nm, dilengkapi CPU Oryon hingga 18 inti dan kecepatan maksimal 5GHz, serta NPU dengan performa 80 TOPS—yang diklaim sebagai yang tercepat di dunia. Aplikasi Android dan web tetap didukung penuh, termasuk akses API untuk pengembang dan kontrol administratif bagi tim IT.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya