Grand Prix 2026 Dorong Ekonomi Lokal di Lombok
Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Lombok memberikan dampak ekonomi langsung melalui keterlibatan warga lokal sebagai tenaga kerja dan mitra binaan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam memastikan dampak positif dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Lombok, tidak hanya melalui dukungan energi, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Program ini dirancang untuk memperkuat keterlibatan lokal dalam berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari tenaga kerja hingga pelaku usaha mikro, menjamin bahwa manfaat dari ajang internasional ini merata dan berkelanjutan bagi warga sekitar.
Salah satu contoh nyata keterlibatan masyarakat adalah Julian Hariadi, warga Desa Sengkol, Lombok Tengah, yang dipilih sebagai marshal di sirkuit Mandalika. Dalam perannya, ia bertanggung jawab atas evakuasi motor pembalap yang mengalami kecelakaan ke jalur servis. Ia menyampaikan bahwa kesempatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus sumber kebanggaan karena dapat turut serta dalam event global di kampung halamannya sendiri. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut agar masyarakat lokal terus mendapat akses ke peluang kerja dan pengembangan diri.
Selain tenaga kerja, Pertamina juga mendukung UMKM melalui program binaan yang melibatkan pelaku jasa seperti terapis. Salah satunya Nadia, warga asal Lombok Tengah, yang terlibat dalam booth layanan kesehatan khusus di area acara. Sebelumnya, ia mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Kegiatan ini tidak hanya membuka akses pasar baru, tetapi juga memberikan pendapatan harian yang signifikan, sekaligus memperluas jaringan profesionalnya ke tingkat nasional dan internasional.
Kitty Andhora, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa keberhasilan event tidak hanya dinilai dari kelancaran operasional, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Melalui pendekatan berkelanjutan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lokal, memperkuat keterampilan, serta menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri di sekitar kawasan Mandalika. Keterlibatan warga dan mitra binaan menjadi bukti nyata bahwa event olahraga besar bisa menjadi pemicu pembangunan lokal yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kualitas Udara Singapura Masih Tidak Sehat Saat Grand Prix Berlangsung
Kualitas udara Singapura tetap tidak sehat pada awal Oktober, memicu kekhawatiran kesehatan saat Grand Prix Formula 1 digelar, dengan pebalap Sainz menyoroti risiko bagi atlet yang beraktivitas di lingkungan tercemar.
10 Oktober 2026

Arsenal Hentikan Dominasi Leeds, Menang Dramatis 2-1
Arsenal meraih kemenangan penting 2-1 atas Leeds United di Emirates Stadium, membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal, sekaligus memperkuat posisi dalam persaingan papan atas klasemen Liga Inggris.
10 Oktober 2026

Lampu LED Teknologi Canggih Kurangi Konsumsi Energi 30% di F1 Singapura
Sistem pencahayaan LED canggih di sirkuit Marina Bay berhasil menekan konsumsi energi hingga 30% tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan balapan malam.
10 Oktober 2026

Sembilan Atlet Terpilih Dapatkan Beasiswa Bulutangkis 2026
Sembilan atlet muda terpilih dari seleksi di tiga kota meraih beasiswa bulutangkis 2026 setelah melewati proses ketat dan karantina bertahap.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Dorong 100 Kampung Nelayan Siap Operasional Akhir 2026
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.30 WITA

Dedi Congor Absen Pemeriksaan KPK karena Sakit, Penyidik Jadwalkan Ulang
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.29 WITA

Sewa Bong dan Lapak Narkoba di Dua Kampung di Jakarta Barat
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.29 WITA

Dua Tersangka Pembunuhan di Jaktim Diamankan Polisi
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.29 WITA

Jakarta Ungguli New York dalam Tata Kelola Transportasi
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.28 WITA

22 Penyu Hijau Gagal Diselundupkan di Perairan Serangan
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.27 WITA

Malaysia Naikkan Upah Minimum ke Rp8,7 Juta Mulai 2027
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.27 WITA

Digitalisasi Manajemen ASN Kemenkum 2027, Otomatisasi Pengawasan Kinerja
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.26 WITA

