Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Guevara Percaya Aji Tumbuh Pesat di Sisa Musim

Pembalap Spanyol Izan Guevara menilai Mario Suryo Aji menunjukkan perkembangan signifikan dan berpotensi lebih kompetitif di sisa musim Moto2 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Guevara Percaya Aji Tumbuh Pesat di Sisa Musim📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pembalap BLU CRU Pramac Yamaha, Izan Guevara, menyatakan keyakinan tinggi terhadap potensi peningkatan Mario Suryo Aji di sisa musim Moto2 2026. Setelah tampil dalam balapan GP Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika, Guevara menilai bahwa pembalap asal Indonesia itu memiliki kapasitas untuk terus berkembang, terutama dalam konteks persaingan di kelas menengah balap motor dunia.

Guevara menekankan kualitas pribadi Mario yang baik, yang menciptakan ikatan kerja sama positif antar sesama pembalap. Ia menilai bahwa hubungan harmonis tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan atletik dan mental pembalap muda Indonesia. “Mario adalah sosok yang luar biasa, dan kami punya hubungan yang sangat baik, sehingga saya yakin dia akan tampil lebih baik lagi di putaran-putaran mendatang,” ujarnya setelah meraih kemenangan di Mandalika.

Sebagai wakil tuan rumah, Mario mendapatkan dukungan besar dari penonton yang memadati sirkuit. Guevara menyadari betapa pentingnya momen ini bukan hanya bagi pembalap, tetapi juga bagi perkembangan balap motor di Indonesia. Kehadiran Veda Ega Pratama di kelas Moto3 bersama Mario juga menambah daya tarik pertandingan, yang memperkuat antusiasme publik terhadap ajang balap internasional di tanah air.

Dalam balapan yang berlangsung selama 22 lap, Guevara mencatatkan waktu 21 menit 44,433 detik untuk meraih kemenangan dan 25 poin. Sementara itu, Mario Aji finis di posisi ke-20, tertinggal 27,934 detik dari pemenang, dan tidak mendapatkan poin. Insiden kecil melibatkan empat pembalap—Alberto Fernandez, Alex Escrig, Celestino Vietti, dan Aron Canet—menambah dinamika pertarungan, namun tidak mengubah hasil akhir kompetisi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya