Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini

Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Jumat (23/10), dengan harga dasar per gram turun menjadi Rp2,540 juta. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya berada di level Rp2,550 juta per gram pada Kamis (22/10), menunjukkan koreksi harga dalam dua hari terakhir. Pergerakan ini mencerminkan fluktuasi pasar logam mulia yang dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan nilai tukar mata uang secara global.

Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga turun sebesar Rp30 ribu, kini berada di angka Rp2,335 juta per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback mencapai Rp205 ribu per gram, menjadi acuan bagi investor yang mempertimbangkan likuiditas saat melakukan transaksi. Penurunan ini berlaku untuk semua ukuran emas Antam, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, sesuai rilis resmi dari situs logam mulia terkait.

Selain Antam, harga emas dari emiten lain juga menunjukkan pergerakan serupa. Emas BSI Gold dibanderol Rp2,410 juta per gram, sementara emas Galeri24 berada di level Rp2,499 juta per gram. Sedangkan emas UBS ditawarkan dengan harga Rp2,524 juta per gram, menunjukkan variasi harga yang masih terjadi antar pemasok. Perbedaan harga ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang memilih produk berdasarkan nilai, kualitas, dan kebijakan pembelian kembali.

Pergerakan harga emas hari ini mencerminkan tren pasar yang stabil namun tetap dinamis, dengan perubahan kecil yang dapat berdampak pada keputusan investasi jangka pendek maupun panjang. Para pelaku pasar, baik individu maupun institusi, diminta tetap memantau perkembangan harga secara berkala agar tidak terjebak dalam ketidaksesuaian nilai pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya