Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga HP Naik Akibat Lonjakan Biaya Memori, Qualcomm Prediksi Normalisasi Akhir 2027

Kenaikan harga smartphone dipengaruhi oleh melonjaknya biaya memori hingga 10 kali lipat, dengan Qualcomm memperkirakan tren ini akan pulih pada akhir 2027 atau awal 2028.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 9x dibuka
Harga HP Naik Akibat Lonjakan Biaya Memori, Qualcomm Prediksi Normalisasi Akhir 2027📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kenaikan harga perangkat mobile saat ini tidak hanya disebabkan oleh inovasi teknologi, melainkan didorong oleh tekanan eksternal dari kenaikan biaya komponen krusial, terutama memori. Menurut narasumber dari industri semikonduktor, kondisi tersebut merupakan anomali yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan biaya memori melonjak hingga sepuluh kali lipat dalam kurun waktu singkat. Fenomena ini berdampak langsung terhadap struktur harga produksi ponsel, sehingga memicu kenaikan harga di pasar konsumen.

Perusahaan produsen seperti Samsung, Oppo, dan Xiaomi, dalam menentukan harga pasar, tetap mempertimbangkan tingkat inovasi yang ditawarkan, termasuk performa tinggi, kualitas kamera, dan daya tahan baterai. Namun, dalam konteks saat ini, faktor biaya memori menjadi penentu utama dalam penetapan harga jangka pendek, melebihi pengaruh inovasi lainnya. Hal ini membuat dinamika pasar menjadi tidak biasa, di mana kenaikan harga tidak selalu sejalan dengan peningkatan fitur.

Pemimpin teknologi dari Qualcomm menegaskan bahwa tren kenaikan harga tidak bisa diprediksi secara pasti, meskipun pihaknya berharap kondisi tersebut akan mereda dalam dua tahun ke depan. Ia menyebutkan bahwa permintaan terhadap perangkat mobile tetap tinggi, terutama seiring dengan transisi ke era agentic AI yang membutuhkan kapasitas pemrosesan dan penyimpanan yang lebih besar. Karena itu, produsen tetap berkomitmen untuk meluncurkan perangkat secara masif meski menghadapi tekanan biaya.

Dalam jangka panjang, pihaknya optimistis bahwa ketika anomali harga memori terkoreksi, pasar akan kembali ke tren normalisasi biaya produksi dan harga perangkat. Kondisi saat ini dianggap sebagai gangguan sementara yang dipicu oleh ketidakstabilan pasokan komponen kunci, bukan akibat permintaan yang tidak terkendali. Perbaikan pasokan dan stabilitas harga komponen diperkirakan akan mendorong kembali keseimbangan pasar pada akhir 2027 atau awal 2028.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya