Harga Minyak Dunia Naik Tipis ke US$102,60 Dipengaruhi Sinyal Pasokan Global
Harga minyak dunia meroket tipis ke level US$102,60 per barel Brent, didorong pergerakan geopolitik dan kebijakan ekspor China yang menimbulkan ketidakpastian pasokan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Harga minyak dunia menguat pada awal perdagangan Jumat (2/10), dengan minyak Brent mencapai US$102,60 per barel, naik 0,28 persen dari posisi sebelumnya. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$93,14, menguat 0,29 persen. Kenaikan kecil ini terjadi setelah sebelumnya terjadi lonjakan tajam pada Kamis (1/10), ketika pasar merespons laporan mengenai rencana Amerika Serikat memperkuat kehadiran militer di Timur Tengah serta pembatasan ekspor bahan bakar dari China.
Pasokan global kini menjadi sorotan utama, dengan sinyal-sinyal yang saling bertentangan. Di satu sisi, kehadiran kapal induk AS tambahan dan penambahan 10 ribu personel militer di wilayah Teluk memperkuat kekhawatiran atas ketegangan geopolitik, terutama terkait kemungkinan serangan terhadap Iran. Di sisi lain, kebijakan China yang kembali membatasi ekspor bahan bakar—termasuk diesel, bensin, dan bahan bakar pesawat—menimbulkan potensi kekurangan pasokan global.
Pembatasan ekspor China dilakukan setelah libur panjang sejak Kamis (1/10), dengan belum ada izin ekspor bagi kilang besar kecuali ke wilayah Hongkong dan Makau sepanjang Oktober. Keputusan ini menimbulkan ketidakpastian, terutama karena belum diketahui apakah izin akan dikembalikan setelah masa libur berakhir pada Rabu (7/10). Sementara itu, AS juga menekan negara-negara Uni Eropa untuk melepas cadangan darurat diesel sebesar 120 juta barel dalam enam bulan ke depan, demi menekan kenaikan harga global.
Analis minyak dari KCM Trade, Tim Waterer, menyatakan pasar kini sedang mengolah sejumlah sinyal yang berbeda. “Kondisi pasar kini dipengaruhi oleh pergerakan yang saling menyeimbangkan: prospek ekspor Arab Saudi yang membaik menyeimbangkan ketegangan di Timur Tengah, sementara kebijakan China turut memperkuat sentimen pasar,” ujarnya. Di sisi lain, pergerakan mingguan harga Brent masih dalam tren penurunan sebesar 1,93 persen, meski secara bulanan telah naik 14 persen sejak September. Sementara WTI hanya mengalami kenaikan 4 persen dalam periode yang sama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

JPFA Lepas Bisnis Vaksin ke Entitas Afiliasi Rp1,8 Triliun
JPFA menyelesaikan penjualan anak usahanya di sektor vaksin hewan di India dan Vietnam senilai Rp1,8 triliun untuk fokus pada pengembangan bisnis inti dan pendanaan proyek strategis.
2 Oktober 2026

Jim Hanson dan Perjalanan Menyelamatkan Anak Kecil di Perbatasan
Film The Marksman menampilkan kisah pensiunan marinir yang terlibat dalam misi penyelamatan anak muda dan ibunya dari kejaran mafia Meksiko, di tengah perjuangan hidupnya sendiri.
2 Oktober 2026

Keluarga Tak Setuju Hartnett Bintangi Verity, Reaksi Anak 12 Tahun Bikin Terkejut
Anak baptis Josh Hartnett menolak keras saat tahu sang aktor main di Verity karena dinilai terlalu tua untuk peran Jeremy, sementara Anne Hathaway dan tim lain mengaku kaget dengan respons keluarga terhadap isi film yang eksplisit.
2 Oktober 2026

Penempatan Manajer Kopdes di Luar Domisili Picu Kekesalan
Banyak manajer koperasi desa yang kecewa karena ditugaskan jauh dari tempat tinggal, menyusul kebijakan pemerataan SDM tanpa kerangka hukum yang jelas.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center Jatiluhur Dihentikan Sementara, Kajian Lingkungan Jadi Fokus
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

LEGO PlayStation 1 Rilis dengan 1.911 Keping, Rayakan Era Legendaris
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

Qualcomm Soroti Keterbatasan Memori Global, Bukan Chip
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

13 Wilayah Diprediksi Alami Hujan Lebat Hari Ini
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

Cara Mengembalikan Akses Akun Google dan Gmail
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Suhu Naik, Pendapatan UMKM Menurun Drastis
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Super El Nino Ancam Kemarau Lebih Panjang di Indonesia
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Robot Humanoid Digit 5 Siap Kerja 20 Jam Nonstop
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

