Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harry Styles Persembahkan Lagu Terakhir untuk Liam Payne

Dua tahun setelah kepergian Liam Payne, Harry Styles menyanyikan lagu ciptaannya secara akustik di Madison Square Garden sebagai bentuk penghormatan dan refleksi atas kehilangan yang mendalam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 84x dibuka
Harry Styles Persembahkan Lagu Terakhir untuk Liam Payne📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di tengah kehadiran penonton yang memenuhi Madison Square Garden, Harry Styles menyampaikan momen emosional dalam pertunjukan turnya, Together, Together, pada malam 16 Oktober 2026. Dalam sesi encore, ia memilih menyanyikan lagu berjudul *What Is Enough*, yang telah disimpannya selama dua tahun sejak wafatnya mantan rekan duetnya di One Direction, Liam Payne. Lagu ini bukan sekadar karya musik, melainkan ungkapan pribadi atas rasa rindu, kehilangan, dan refleksi atas arti persahabatan yang tak tergantikan.

Dengan vokal yang lembut dan gitar akustik yang menyentuh, Styles membawakan lirik yang penuh makna, menggambarkan perjalanan batinnya setelah kehilangan seseorang yang sangat dekat. Ia menyebut kematian Liam bukan hanya kehilangan seorang teman, tetapi juga cerminan atas keterasingan yang muncul saat dunia di sekitar terus berjalan. “You dance until you're tired, among the stars above the friend and all those satellites, do you?” begitu lirik yang menggambarkan kerinduan terhadap kehadiran yang telah tiada.

Dalam pidatonya sebelum menyanyikan lagu, Styles mengungkapkan betapa berartinya dukungan dari orang-orang di sekitarnya, termasuk rekan-rekan musik yang turut hadir dalam pemakaman Liam di St. Mary’s Church, Inggris, pada November 2024. Ia menyebut bahwa kehadiran mereka—termasuk Zayn Malik, Louis Tomlinson, dan Niall Horan—menjadi penopang saat ia berusaha menerima kenyataan bahwa kehilangan tak pernah sepenuhnya bisa diatasi. “Ada masa setelah dia meninggal ketika saya benar-benar berjuang untuk menerima betapa anehnya rasanya saat orang lain seolah ikut memiliki bagian dalam kesedihan kita,” ujarnya.

Penghormatan ini juga menjadi bagian dari proses penyembuhan pribadi Styles, yang pada Maret 2026 mengakui bahwa kepergian Liam membekas dalam cara yang mendalam. Ia memilih merenungkan arti hidup dan nilai-nilai yang harus dipertahankan. “Cara terbaik untuk menghormati teman yang telah meninggal adalah dengan menjalani hidup kita sepenuhnya,” katanya. Melalui lagu itu, ia tidak hanya menyalurkan duka, tetapi juga mengajak pendengar untuk menghargai setiap detik bersama orang yang dicintai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya