Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hekente Wakatobi: Perempuan Jaga Budaya Bahari dengan Tradisi Menjaring Ikan

Lebih dari 600 perempuan di Wakatobi menorehkan kembali tradisi Hekente sebagai bentuk pelestarian budaya bahari dan penguatan ekonomi lokal melalui aktivitas menangkap ikan secara tradisional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Hekente Wakatobi: Perempuan Jaga Budaya Bahari dengan Tradisi Menjaring Ikan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Puluhan perempuan dari berbagai desa di Kabupaten Wakatobi turut ambil bagian dalam tradisi Hekente yang digelar di Maritim Center, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk perlawanan terhadap pelupa terhadap warisan budaya maritim yang kian tergerus zaman. Dengan alat tradisional seperti tombak dan jaring, mereka menunjukkan keberlanjutan praktik menangkap ikan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Setiap peserta tampil dengan pakaian khas dan memakai bedak basah sebagai bagian dari persiapan ritual. Prosesi ini bukan hanya soal menangkap ikan, tetapi juga simbol keberhasilan perempuan dalam mempertahankan identitas budaya sambil berkontribusi langsung terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga. Dalam tradisi ini, perempuan tidak hanya pelaku, tetapi juga penjaga nilai-nilai keberlanjutan dan kemandirian.

Kegiatan yang diikuti 600 peserta ini menjadi momen penting dalam upaya melestarikan kearifan lokal di tengah modernisasi. Dengan menampilkan kembali praktik tradisional yang telah lama ditinggalkan, masyarakat setempat ingin menunjukkan bahwa budaya bahari bukan hanya sejarah, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari yang bisa dihidupkan kembali.

Tujuan utama dari Hekente bukan hanya rekreasi atau promosi pariwisata, melainkan penguatan peran perempuan dalam membangun ketahanan ekonomi dan menjaga keanekaragaman budaya. Dengan kembali merasakan ritme alam dan keterikatan sosial dalam aktivitas bersama, peserta menguatkan jaringan komunitas dan memperkuat semangat kolektif untuk melestarikan warisan leluhur.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya