Hibrida Colok Dominasi Penjualan Jetour di Indonesia
Penjualan ritel Jetour pada September 2026 didominasi versi hibrida colok, mencapai 70 persen dari total 411 unit, dengan T1 i-DM dan T2 i-DM menjadi pilihan utama konsumen meski harganya lebih tinggi hingga Rp150 juta.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pasar mobil Indonesia menunjukkan tren kuat terhadap kendaraan hibrida colok (plug-in hybrid) dari merek Jetour, terutama model T1 i-DM dan T2 i-DM. Pada bulan September 2026, kedua varian tersebut menyumbang 288 unit dari total penjualan ritel sebanyak 411 unit, atau setara 70 persen dari keseluruhan penjualan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, saat penjualan ritel berada di level 351 unit, naik 17 persen dari Agustus.
T1 i-DM menjadi penyumbang terbesar dengan 150 unit terjual, disusul oleh T2 i-DM yang mencatatkan penjualan sebanyak 138 unit. Meskipun selisih harga cukup mencolok—T1 bensin dijual Rp408 juta, sedangkan T1 i-DM dibanderol Rp558 juta—konsumen tetap memilih versi hibrida colok. Di Jakarta, harga T2 bensin dipatok di angka Rp588 juta, sementara T2 i-DM dijual dengan harga Rp688 juta.
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga mengonfirmasi tren ini, dengan distribusi T1 i-DM mencapai 447 unit sepanjang periode Januari hingga September 2026. Faktor dominasi hibrida colok bukan hanya terkait harga, tetapi juga efisiensi bahan bakar, performa, dan keunggulan teknologi yang ditawarkan, yang dinilai mampu memenuhi harapan pengguna modern.
Kebijakan konsumen yang rela membayar lebih untuk model hibrida colok menunjukkan pergeseran preferensi pasar terhadap solusi mobilitas ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan dan performa. Dominasi penjualan ini menegaskan bahwa meski harga lebih tinggi, nilai tambah yang diberikan oleh teknologi hibrida colok menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

