Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hilirisasi Berbasis AI Dorong Produktivitas Nasional

Pemerintah menekankan peran kecerdasan buatan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor hilirisasi, khususnya di industri pertambangan dan manufaktur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
Hilirisasi Berbasis AI Dorong Produktivitas Nasional📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Transformasi ekonomi nasional kini menempatkan teknologi sebagai fondasi utama dalam proses hilirisasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa pendekatan berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci untuk mengoptimalkan operasional industri, terutama di lingkungan kerja yang berisiko tinggi. Dengan penerapan AI, efisiensi dan kepatuhan standar operasional dapat ditingkatkan secara signifikan, sebagaimana terbukti dari peningkatan tingkat kepatuhan dari 89 persen menjadi 95 persen di satu perusahaan tambang.

Hasil nyata dari integrasi AI terlihat dalam peningkatan produksi, di mana tambahan 182 ton nikel per tahun berhasil dicapai hanya melalui otomasi berbasis AI. Teknologi ini juga mendorong kemajuan di sektor manufaktur dengan penerapan konektivitas mesin (machine-to-machine), Internet of Things (IoT), dan konsep industri 4.0. Bahkan pabrik tanpa lampu pun dapat beroperasi secara mandiri berkat sistem otomatisasi yang canggih.

AI dianggap sebagai pemutar balik utama dalam ekosistem ekonomi modern, sekaligus menjadi pendorong lahirnya industri baru seperti pusat data. Indonesia, dengan keunggulan sumber daya alam seperti lahan, energi, air, dan pasar domestik yang besar, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan teknologi tersebut. Untuk mendukung hal ini, pemerintah menekankan pentingnya kualitas data dan penguatan sumber daya manusia.

Kerja sama regional melalui kerangka ekonomi digital ASEAN (DEFA) diproyeksikan mampu menggandakan nilai ekonomi digital kawasan dari 1 triliun dolar AS menjadi 2 triliun dolar AS. Indonesia, dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap ekonomi ASEAN, berpeluang menjadi motor penggerak pertumbuhan digital di kawasan. Upaya ini didukung oleh program vokasi dan kolaborasi dengan sektor industri, khususnya dalam pengembangan kompetensi di bidang AI dan semikonduktor.

Transformasi ekonomi harus berjalan secara bertahap: dari pertanian menuju industri, lalu ke digitalisasi dan layanan bernilai tambah tinggi. Penguatan hilirisasi, industrialisasi, energi hijau, serta digitalisasi menjadi fondasi strategis untuk meningkatkan daya saing nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen. Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengajak dunia usaha untuk bersinergi memanfaatkan peluang yang ada.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya