Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hindari Kamar Hotel Berakhiran 01 untuk Istirahat Lebih Nyaman

Pakar perjalanan menyarankan pengunjung menghindari kamar berakhiran 01 karena sering berada di area ramai seperti dekat lift atau tangga, berpotensi mengganggu kenyamanan tidur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 74x dibuka
Hindari Kamar Hotel Berakhiran 01 untuk Istirahat Lebih Nyaman📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemilihan kamar hotel bukan sekadar soal nomor atau pemandangan, melainkan faktor kunci dalam menentukan kualitas istirahat selama menginap. Seorang pakar perjalanan dari Eropa menyampaikan bahwa kamar dengan nomor berakhir angka satu, seperti 101, 201, atau 301, kerap ditempatkan di lokasi strategis namun juga berisiko tinggi terhadap gangguan suara. Lokasi tersebut umumnya berada di dekat lift, tangga darurat, atau awal koridor—area yang sering dilalui tamu dan staf hotel.

Karena letaknya yang dekat jalur utama, kamar-kamar tersebut rentan terganggu oleh suara pintu lift yang berderik, langkah kaki, atau suara koper yang digeser. Selain itu, aktivitas pagi hari seperti penyediaan peralatan bersih atau pengiriman makanan ke kamar juga lebih sering terdengar dari lokasi ini. Hal ini khususnya berlaku di hotel lama di Eropa yang belum menerapkan sistem kedap suara modern.

Tidak hanya kamar berakhiran 01, pakar juga menyarankan untuk memperhatikan kamar yang berdekatan dengan fasilitas berisiko tinggi seperti mesin es, ruang penyimpanan alat bersih, bar, restoran, pusat kebugaran, ruang konferensi, atau pintu penghubung ke kamar lain. Semua area tersebut berpotensi menjadi sumber kebisingan yang mengganggu kenyamanan tidur.

Untuk memastikan kenyamanan, ia menekankan pentingnya komunikasi sebelum menerima kunci kamar. Wisatawan disarankan menyampaikan preferensi secara langsung kepada resepsionis, seperti meminta kamar di lantai lebih tinggi, jauh dari lift, atau menghindari area jalan utama. Jika setelah masuk kamar terasa terlalu bising, tetap bisa mengajukan permintaan pindah kamar sebelum menyelesaikan proses check-in.

Menurutnya, nomor kamar hanyalah petunjuk awal. Yang lebih penting adalah posisi fisik kamar dalam struktur hotel dan aktivitas di sekitarnya. Kunci dari pengalaman menginap yang nyaman bukan pada angka, melainkan pada keheningan dan privasi yang diperoleh dari pemilihan lokasi yang tepat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya