Hindari Risiko, Gunakan Motor dengan Bijak di Tengah Kabut Asap
Pengendara sepeda motor di wilayah terdampak kabut asap harus memperhatikan jarak pandang, kesehatan, dan kewaspadaan untuk menghindari kecelakaan dan gangguan pernapasan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.11 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan kini menjadi ancaman serius bagi keselamatan berkendara, terutama bagi pengendara sepeda motor. Kondisi jalan yang minim cahaya dan jarak pandang terbatas memicu risiko tinggi terjadi tabrakan atau kecelakaan akibat reaksi terlambat terhadap rintangan atau perubahan kondisi jalan. Hal ini diperparah dengan menurunnya konsentrasi akibat paparan asap yang pekat, sehingga kewaspadaan menurun secara signifikan.
Untuk mengurangi potensi bahaya, dianjurkan agar pengendara tidak memaksakan perjalanan sendirian saat jarak pandang sudah sangat terbatas. Jika memang harus beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya memilih transportasi umum sebagai alternatif lebih aman. Jika tetap menggunakan sepeda motor, kecepatan harus dikendalikan sesuai batas aman, karena jarak pengereman yang dibutuhkan menjadi lebih pendek akibat kondisi visual yang terganggu.
Kesehatan pengendara juga menjadi prioritas utama. Paparan asap langsung saat berkendara dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, dan gangguan pernapasan kronis. Oleh karena itu, pengguna motor wajib memakai masker yang telah disetujui oleh lembaga kesehatan untuk menangkal partikel berbahaya dalam udara. Masker ini berfungsi sebagai pelindung utama agar udara yang dihirup tidak mengandung zat beracun dari asap.
Selain itu, tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan secara signifikan. Dalam kondisi kabut, pengendara harus lebih peka terhadap pergerakan kendaraan lain, lubang di jalan, atau hambatan tak terduga. Tidak dianjurkan menggunakan lampu hazard saat berkendara karena dapat menimbulkan kesalahpahaman, seperti dikira kendaraan sedang mogok atau berhenti mendadak. Lampu sein yang berkedip harus digunakan secara tepat untuk menghindari kebingungan pengendara lain.
Keselamatan di jalan saat kabut asap pekat menuntut kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Prioritas utama tetap harus diberikan pada keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Jika kondisi tidak memungkinkan, menunda perjalanan atau mencari alternatif transportasi adalah langkah yang paling bijak untuk mencegah kecelakaan dan menjaga kesehatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

