Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hindari Risiko, Gunakan Motor dengan Bijak di Tengah Kabut Asap

Pengendara sepeda motor di wilayah terdampak kabut asap harus memperhatikan jarak pandang, kesehatan, dan kewaspadaan untuk menghindari kecelakaan dan gangguan pernapasan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.11 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Hindari Risiko, Gunakan Motor dengan Bijak di Tengah Kabut Asap📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan kini menjadi ancaman serius bagi keselamatan berkendara, terutama bagi pengendara sepeda motor. Kondisi jalan yang minim cahaya dan jarak pandang terbatas memicu risiko tinggi terjadi tabrakan atau kecelakaan akibat reaksi terlambat terhadap rintangan atau perubahan kondisi jalan. Hal ini diperparah dengan menurunnya konsentrasi akibat paparan asap yang pekat, sehingga kewaspadaan menurun secara signifikan.

Untuk mengurangi potensi bahaya, dianjurkan agar pengendara tidak memaksakan perjalanan sendirian saat jarak pandang sudah sangat terbatas. Jika memang harus beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya memilih transportasi umum sebagai alternatif lebih aman. Jika tetap menggunakan sepeda motor, kecepatan harus dikendalikan sesuai batas aman, karena jarak pengereman yang dibutuhkan menjadi lebih pendek akibat kondisi visual yang terganggu.

Kesehatan pengendara juga menjadi prioritas utama. Paparan asap langsung saat berkendara dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, dan gangguan pernapasan kronis. Oleh karena itu, pengguna motor wajib memakai masker yang telah disetujui oleh lembaga kesehatan untuk menangkal partikel berbahaya dalam udara. Masker ini berfungsi sebagai pelindung utama agar udara yang dihirup tidak mengandung zat beracun dari asap.

Selain itu, tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan secara signifikan. Dalam kondisi kabut, pengendara harus lebih peka terhadap pergerakan kendaraan lain, lubang di jalan, atau hambatan tak terduga. Tidak dianjurkan menggunakan lampu hazard saat berkendara karena dapat menimbulkan kesalahpahaman, seperti dikira kendaraan sedang mogok atau berhenti mendadak. Lampu sein yang berkedip harus digunakan secara tepat untuk menghindari kebingungan pengendara lain.

Keselamatan di jalan saat kabut asap pekat menuntut kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Prioritas utama tetap harus diberikan pada keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Jika kondisi tidak memungkinkan, menunda perjalanan atau mencari alternatif transportasi adalah langkah yang paling bijak untuk mencegah kecelakaan dan menjaga kesehatan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya