Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hong Kong vs Kamboja Berebut Gelar Pertama ASEAN Challenge Cup 2026

Laga final FIFA ASEAN Challenge Cup 2026 mempertemukan Hong Kong dan Kamboja di Stadion Kai Tak, dengan tujuan mempersembahkan gelar perdana bagi tim yang keluar sebagai pemenang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 17.42 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Hong Kong vs Kamboja Berebut Gelar Pertama ASEAN Challenge Cup 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Final FIFA ASEAN Challenge Cup 2026 akan digelar di Stadion Kai Tak, Kowloon, Hong Kong, pada Sabtu (3/10), mempertemukan dua tim yang berhasil menembus babak puncak dari masing-masing grup. Hong Kong, sebagai tuan rumah, memastikan tempat di final setelah meraih kemenangan sempurna di dua laga grup, mengalahkan Laos dengan skor 4-0 dan Brunei 2-0. Sementara itu, Kamboja memuncaki Grup B dengan empat poin, meraih kemenangan 1-0 atas Myanmar dan bermain imbang 2-2 melawan Timor Leste.

Kedua tim tampil dominan dalam babak penyisihan, namun perbedaan statistik mencatat keunggulan Hong Kong. Tim tuan rumah mencatatkan enam gol tanpa kebobolan, sedangkan Kamboja mencetak tiga gol dan kebobolan dua kali. Dari sisi pencetak gol, dua pemain dari masing-masing tim, Andres Nieto dan Matt Orr, sama-sama mengoleksi dua gol, menjadi pemimpin sementara daftar top skor turnamen.

Meski unggul dalam peringkat FIFA—Hong Kong berada di posisi ke-153, sedangkan Kamboja di ke-175—kemampuan tim tamu tidak bisa dianggap remeh. Pelatih Kamboja, Koji Gyotoku, menegaskan bahwa seluruh pemain siap memberikan performa terbaik untuk meraih gelar pertama sejak kemenangan di Korea Cup 1973, yang berarti 53 tahun tanpa gelar utama. Keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi tim yang berambisi mengakhiri puasa gelar panjang.

Kamboja, sebagai perwakilan ASEAN yang tampil di final, bertekad tidak membiarkan Hong Kong meraih gelar perdana turnamen ini. Dengan semangat tinggi dan tekad membangkitkan kebanggaan nasional, mereka akan menghadirkan permainan kompak dan taktis dalam laga penentuan. Final ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga simbol perjuangan dan ambisi untuk menulis sejarah baru dalam sepak bola negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya