Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kementerian Pertahanan Sipil Arab Saudi mengonfirmasi telah mencegat dua rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman pada Sabtu, dengan puing-puing rudal jatuh di wilayah Mekkah, khususnya di area Wadi Mughamas di luar kota. Peristiwa itu disampaikan melalui media sosial, menekankan respons cepat terhadap ancaman yang mengancam kota suci. Otoritas juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bahaya di empat wilayah barat, termasuk sekitar Makkah, Taif, dan Yanbu, menyusul laporan peluncuran rudal dari wilayah Yaman.
Namun, Houthi membantah tudingan tersebut secara tegas. Juru bicara militer kelompok, Yahya Saree, menyatakan bahwa klaim Arab Saudi soal target Makkah dan Madinah merupakan “kebohongan besar”. Ia menegaskan bahwa serangan yang dilancarkan pada hari yang sama bertujuan pada fasilitas strategis di wilayah kerajaan, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan sejumlah instalasi minyak. Serangan ini disebut sebagai respons terhadap operasi koalisi pimpinan Saudi di Yaman.
Sebelumnya, koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi juga melaporkan berhasil mencegat dua rudal yang mengarah ke kota Taif dan Yanbu. Meskipun demikian, Houthi menekankan bahwa mereka tidak pernah membidik kota suci umat Islam, menyoroti pentingnya menjaga integritas spiritual dan geografis Makkah serta Madinah. Pernyataan ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya menolak narasi yang digunakan untuk memperkuat posisi politik dan militer Saudi.
Kementerian Pertahanan Sipil Saudi tetap mempertahankan keberhasilan sistem pertahanan udara mereka dalam menggagalkan serangan, namun menyerahkan penilaian akhir terhadap tujuan dan arah rudal kepada lembaga keamanan nasional. Sementara itu, Houthi menegaskan kembali komitmen mereka terhadap perlawanan terhadap kehadiran militer dan ekonomi asing di wilayah Yaman, dengan menyatakan bahwa serangan mereka selalu berbasis pada pertimbangan strategis, bukan tujuan simbolik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

