Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

HRTA Siap Gelar Private Placement untuk Beli Emas Bahan Baku

Emiten perhiasan HRTA rencanakan private placement maksimal 460 juta saham guna mendanai pembelian emas granule dan batangan dari pihak non-afiliasi melalui platform MinerbaOne.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
HRTA Siap Gelar Private Placement untuk Beli Emas Bahan Baku📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tengah menyiapkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebanyak maksimal 460.526.240 saham, setara dengan 10% dari modal disetor penuh perusahaan. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp100, sehingga total dana yang diproyeksikan dapat terkumpul mencapai ratusan miliar rupiah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisi modal kerja dan menjamin ketersediaan bahan baku utama.

Sebelum pelaksanaan, HRTA wajib memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Oktober 2026. Keputusan ini penting untuk memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal. Dana hasil penambahan modal tersebut akan digunakan secara khusus untuk membeli emas dalam bentuk granule maupun batangan, sebagai bahan baku utama dalam proses produksi perhiasan.

Pembelian bahan baku akan dilakukan dari pihak-pihak yang tidak terafiliasi dengan perseroan, dengan seluruh transaksi dilakukan melalui platform digital MinerbaOne. Platform ini dikembangkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai sistem terpadu untuk pengawasan dan pengelolaan sektor pertambangan mineral dan batu bara di Indonesia. Dengan menggunakan sistem ini, HRTA menjamin kepatuhan terhadap regulasi dan keberlanjutan sumber bahan baku.

Pembelian emas tidak akan dilakukan secara serentak atau dengan alokasi tetap. Jumlah, nilai transaksi, waktu, serta porsi dari masing-masing pemasok akan ditentukan secara dinamis, berdasarkan kondisi pasar, fluktuasi harga bahan baku, dan pertimbangan faktor operasional lainnya. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tetap responsif terhadap perubahan pasar, sekaligus menjaga efisiensi dan kualitas bahan baku.

Pada hari pelaporan, saham HRTA mencatat kenaikan 1,99% ke level Rp2.050 per saham pada pukul 14.18 WIB, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp9,39 triliun. Peningkatan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap rencana strategis perusahaan dalam memperkuat basis produksi dan kemandirian bahan baku.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya