Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hutan Kota Jakarta Kini Tumbuhkan 1.200 Pohon Kopi di Lahan Bekas Kumuh

Sebuah kawasan hijau seluas 120 hektare di Lebak Bulus kini menjadi tempat tumbuhnya 1.200 pohon kopi dari tiga varietas utama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
Hutan Kota Jakarta Kini Tumbuhkan 1.200 Pohon Kopi di Lahan Bekas Kumuh📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di kawasan yang dulunya merupakan kawasan kumuh dan penuh sampah, kini tumbuh subur hutan kota dengan luas mencapai 120 hektare. Di tengah vegetasi alami, terdapat 1.200 pohon kopi yang dibudidayakan secara organik, menjadi simbol transformasi lingkungan yang signifikan. Lokasi ini, dikenal sebagai Hutan Kota Sangga Buana, kini menjadi ruang publik yang berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus pusat pengembangan agroekologi perkotaan.

Tanaman kopi yang tumbuh di area tersebut terdiri dari tiga jenis utama: Arabika, Robusta, dan Liberica. Keanekaragaman varietas ini tidak hanya menunjang keberlanjutan ekosistem, tetapi juga membuka peluang edukasi dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Setiap pohon dikelola secara intensif, dengan sistem perawatan yang mempertimbangkan keseimbangan ekosistem lokal dan keberlanjutan sumber daya.

Panen kopi di kawasan ini telah dilakukan sejak tahun ini, dengan hasil mencapai 2 hingga 3 kwintal pada bulan Maret. Jumlah tersebut merupakan hasil dari upaya rehabilitasi lahan dan pengelolaan berkelanjutan. Puncak produksi terjadi pada tahun 2022, ketika kawasan mampu menghasilkan hingga 5 kwintal kopi, menandakan potensi besar yang terus berkembang dari ekosistem kota yang dikelola secara bijak.

Transformasi area bekas kumuh menjadi hutan kota yang produktif menjadi bukti nyata bahwa pembangunan berkelanjutan dan rehabilitasi lingkungan dapat berjalan bersamaan. Dengan pendekatan berbasis alam, kawasan ini tidak hanya menyerap karbon dan meningkatkan kualitas udara, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi lokal dari hasil pertanian kota.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya