Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hybrid Toyota Harus Pakai BBM Oktan di Atas 90

Mesin hybrid Toyota memerlukan bahan bakar beroktan tinggi lebih dari 90 untuk menjaga efisiensi dan mencegah kerusakan akibat knocking.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Hybrid Toyota Harus Pakai BBM Oktan di Atas 90📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mesin hybrid milik Toyota dirancang dengan teknologi tinggi seperti sistem katup variabel ganda (Dual VVT-i) yang memungkinkan rasio kompresi mencapai lebih dari 13:1. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, namun secara otomatis menuntut penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan minimal 90. Pemakaian bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi dapat mengganggu kinerja mesin secara keseluruhan.

Ketidaksesuaian bahan bakar beroktan rendah berisiko memicu fenomena knocking, yaitu pembakaran dini yang terjadi sebelum busi menyala. Gejala ini terdeteksi melalui suara berderak atau mengelitik saat akselerasi, terutama saat menanjak, mendahului kendaraan, atau membawa beban berat. Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen mesin seperti piston, silinder, dan ring piston.

Selain knocking, penggunaan bahan bakar tidak sesuai juga mempercepat penumpukan endapan kotoran di dalam ruang bakar. Deposit ini mengganggu aliran udara dan bahan bakar, menyebabkan mesin bekerja lebih keras. Akibatnya, suhu mesin meningkat, konsumsi bahan bakar naik, dan performa kendaraan menurun. Pengemudi yang merasa performa turun cenderung menekan pedal gas lebih dalam, memperburuk efisiensi dan mempercepat aus komponen utama.

Untuk menjaga kinerja optimal, dianjurkan melakukan servis rutin setiap enam bulan. Pada masa servis, teknisi akan memeriksa dan membersihkan komponen kunci seperti busi dan filter mesin, serta mengganti jika sudah melewati masa pakai. Selain itu, dilakukan uji emisi untuk memastikan mesin beroperasi sesuai standar pabrikan, menjaga keandalan jangka panjang dan mengurangi biaya operasional kendaraan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya