Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IBL 2027 Batasi Klub Kontrak Dua Pemain Asing

Perubahan regulasi IBL 2027 membatasi setiap klub hanya boleh mengontrak dua pemain asing untuk memperluas peluang bermain bagi talenta lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
IBL 2027 Batasi Klub Kontrak Dua Pemain Asing📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pada musim kompetisi 2027, Indonesia Basketball League (IBL) akan menerapkan kebijakan baru terkait jumlah pemain asing yang diperbolehkan dikontrak oleh setiap klub. Dalam keputusan tersebut, setiap tim hanya diizinkan memperkerjakan dua pemain asing, dengan hanya dua di antaranya yang boleh turun di lapangan dalam satu pertandingan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan pemain nasional dalam kompetisi profesional.

Keputusan ini berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan IBL 2026, yang dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari proses persiapan musim berikutnya. Evaluasi dimulai pada bulan Mei dan hasilnya difinalisasi pada September untuk kemudian dijadikan dasar pengambilan kebijakan kompetitif. Dalam diskusi publik yang digelar oleh Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga), Direktur Utama IBL menegaskan bahwa perubahan ini bukan hanya soal kuota, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk pembinaan atlet lokal.

Format kandang-tandang tetap dipertahankan dalam IBL 2027, karena dinilai efektif dalam membangun ekosistem kompetisi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan membatasi jumlah pemain asing, peluang bermain bagi pemain Indonesia akan meningkat secara signifikan. Hal ini diharapkan mampu mempercepat proses pembinaan dan peningkatan kualitas permainan para atlet nasional.

Dengan semakin banyaknya menit bermain yang didapatkan pemain lokal, diharapkan kesiapan tim nasional Indonesia dalam menghadapi berbagai kompetisi internasional pada 2027 juga akan semakin optimal. Agenda utama yang menjadi fokus antara lain kualifikasi FIBA yang digelar pada November dan persiapan SEA Games 2027 di Malaysia. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah konkret untuk menjadikan IBL sebagai wadah utama pengembangan talenta basket nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya