Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta

Seorang ibu dari Sulawesi Tenggara berusia 55 tahun mendampingi dua anaknya yang lulusan sarjana mencari pekerjaan melalui job fair di Jakarta, mengungkap kesulitan pasar kerja modern yang ketat meski kualifikasi tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Desi Sulasmi Bahri, seorang ibu rumah tangga asal Sulawesi Tenggara, hadir di bursa kerja yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan konkret: membantu dua anaknya yang baru lulus sarjana menemukan pekerjaan. Kedua anaknya, yang berusia 30 dan 26 tahun, kini tengah menghadapi tantangan pasar kerja yang semakin ketat, meski memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang memadai. Anak pertama, lulusan ekonomi pembangunan, pernah bekerja sebagai remote worker untuk perusahaan asing di Jerman dan Dubai, dengan kemampuan bahasa Inggris yang teruji melalui skor TOEFL hampir 600.

Meski memiliki kualifikasi yang kuat, proses pencarian kerja bagi keduanya tidak berjalan mudah. Setelah kontrak kerja selesai, anak pertama kembali mencari pekerjaan, kali ini dengan harapan bisa bekerja di dalam negeri untuk membangun jaringan profesional dan sosial. Desi menyebut bahwa persaingan saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan masa dirinya pertama kali memasuki dunia kerja. Ia menyadari bahwa latar belakang pendidikan yang bagus dan pengalaman kerja tidak otomatis menjamin keberhasilan.

Ia memilih datang langsung ke job fair sebagai langkah strategis untuk mengakses informasi lowongan secara langsung dan mengevaluasi kesesuaian kandidat. Desi mengaku terus memberikan dukungan moral kepada anak-anaknya, meskipun proses pencarian kerja belum membuahkan hasil. Ia menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendamping dalam menghadapi kegagalan dan tekanan psikologis akibat pengangguran. "Saya selalu beri dukungan, meski gagal," ujarnya.

Desi berharap pemerintah dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda, terutama mereka yang memiliki kualifikasi tinggi namun kesulitan terserap ke dalam dunia kerja. Ia menilai bahwa tenaga kerja usia produktif harus dimanfaatkan secara optimal, bukan dibiarkan menganggur. Dengan hadir secara langsung di job fair, ia berharap bisa membuka pintu bagi anak-anaknya dan juga masyarakat lain yang mengalami tantangan serupa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya