Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ibuku Raih Penghargaan Khusus di Busan 2026

Film Ibuku karya Eddie Cahyono berhasil meraih Special Jury Award di Busan International Film Festival ke-31, mengukuhkan posisi sinema Indonesia di kancah global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
Ibuku Raih Penghargaan Khusus di Busan 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film Ibuku, karya sutradara Eddie Cahyono, sukses meraih penghargaan khusus Special Jury Award dalam ajang Busan International Film Awards (BIFF) ke-31 yang berlangsung di Busan Cinema Center, Kamis (15/10). Sebagai karya kolaborasi Indonesia-Jepang, film ini menjadi salah satu dari dua produksi Tanah Air yang bersaing di kategori utama festival film Asia yang diakui oleh The Academy Awards. Penilaian khusus ini menegaskan kualitas naratif dan kekuatan emosional yang dibawakan dalam film yang mengangkat tema migrasi, ketahanan perempuan, dan trauma keluarga.

Dalam kesempatan penerimaan penghargaan, Eddie Cahyono mengungkapkan perjalanan panjang yang membangun film ini. Ia menyebut bahwa proyek ini merupakan realisasi janji bersama dengan Christine Hakim, yang sejak 11 tahun lalu menjadi inspirasi dan komitmen bersama. “Kita berhasil, Bu,” ujarnya sambil menatap Christine Hakim yang hadir di antara undangan. Ia juga menyampaikan niat mendedikasikan film ini kepada para pekerja imigran Indonesia, khususnya keluarga yang ditinggalkan di tanah air, serta ibunya sendiri yang masih tinggal di desa.

Ibuku berfokus pada kisah Sumiati, diperankan Christine Hakim, seorang ibu yang berjuang menemui anaknya, Sri (Ayushita), yang divonis hukuman mati di penjara Arab Saudi atas tuduhan membunuh majikannya. Perjalanan panjang sang ibu tidak hanya mengungkap konflik keluarga yang terpendam, tetapi juga membuka ruang diskusi mendalam tentang hak asasi manusia, eksploitasi tenaga kerja migran, serta keterasingan perempuan dalam sistem yang tidak adil. Kritikus film dari Variety, Kambole Campbell, menilai film ini menyatu sempurna antara dimensi visual dan dimensi spiritual, dengan keterlibatan pribadi sang sutradara terhadap narasi yang dibawakan.

Dalam kompetisi utama BIFF 2026, Ibuku bersaing dengan 11 film dari berbagai negara, termasuk Laut Bercerita karya Yosep Anggie Noen, yang juga berasal dari Indonesia namun tidak meraih penghargaan. Penghargaan utama Busan Award for Best Film jatuh ke tangan Midday Meal karya Majid Majidi dari Iran, yang dikenal melalui karya-karya sebelumnya seperti Children of Heaven dan The Color of Paradise. Sementara itu, Eddie Cahyono mendapat pengakuan khusus dari juri atas keberanian dan kedalaman narasi yang dibawakan dalam Ibuku, yang tayang perdana pada 10 Oktober 2026.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya