Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ICCN Rancang Manifesto Ekraf Daerah untuk Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan

ICCN dan Kemenparekraf merumuskan Manifesto Suara Ekraf Indonesia sebagai panduan pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal dan berkelanjutan di tingkat daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.24 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 23x dibuka
ICCN Rancang Manifesto Ekraf Daerah untuk Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Ekonomi Kreatif menyambut positif langkah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dalam menyusun Manifesto Suara Ekraf Indonesia, yang menjadi pedoman strategis bagi pengembangan ekonomi kreatif di wilayah-wilayah Indonesia. Dokumen ini dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan akan arah yang jelas dan berkelanjutan dalam membangun ekosistem kreatif di daerah, sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan sektor ini sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan penyerahan manifesto di Jakarta, Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa ekonomi kreatif harus menjadi mesin pertumbuhan yang berakar dari tingkat daerah, bukan hanya di kota besar. Ia menekankan pentingnya melibatkan komunitas dan jaringan kreatif lokal sebagai pelaku utama dalam proses pembangunan, karena mereka memiliki pemahaman mendalam terhadap potensi, tantangan, serta dinamika sosial ekonomi di wilayah masing-masing.

Manifesto tersebut mengakomodasi aspirasi dari berbagai daerah dan mengusung 10 prinsip utama. Di antaranya, penguatan inovasi berbasis sumber daya lokal sebagai daya saing permanen, serta posisi ekonomi kreatif sebagai pendukung nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Selain itu, dokumen menyoroti perlunya pengakuan, perlindungan, dan dukungan bagi pelaku ekonomi kreatif informal, yang merupakan tulang punggung ekosistem kreatif di banyak daerah.

Penguatan peran intermediari dan agregator juga menjadi bagian penting dari manifesto, mengingat fungsi mereka sebagai penopang koneksi antara pelaku usaha, pasar, dan kebijakan. Dengan struktur yang terintegrasi dan berbasis pada realitas lokal, manifesto ini diharapkan mampu menjadi alat strategis bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan ekonomi kreatif yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya