Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IFRC 2026 Siap Berlangsung di Timika dengan Fokus Kesiapsiagaan Tanggap Darurat

Kompetisi keselamatan rescue nasional tahunan akan digelar di Timika, Papua Tengah, dengan melibatkan 17 tim dari 16 perusahaan pertambangan dan energi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
IFRC 2026 Siap Berlangsung di Timika dengan Fokus Kesiapsiagaan Tanggap Darurat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertamina Tambang Indonesia (PTFI) secara resmi menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah penyelenggaraan 8th Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026. Kegiatan yang akan berlangsung pada 25 hingga 30 Oktober 2026 ini akan digelar di tiga lokasi utama, termasuk kawasan Kuala Kencana, Danau Mile Post 28, dan Mimika Sport Complex. Sebanyak 17 tim dari berbagai perusahaan sektor pertambangan dan energi di Indonesia akan turut ambil bagian dalam ajang bertaraf nasional tersebut.

Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, menegaskan bahwa menjadi tuan rumah IFRC 2026 merupakan bentuk komitmen jangka panjang terhadap keselamatan kerja. Menurutnya, acara ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan momentum untuk memperkuat budaya keselamatan secara kolektif. Ia menekankan bahwa keselamatan menjadi fondasi utama dalam operasional perusahaan, di mana tujuan akhirnya adalah memastikan semua pekerja kembali ke rumah dalam kondisi sehat dan utuh.

Penerapan nilai SINCERE—Safety, Integrity, Commitment, Excellence, dan Respect—telah menjadi pedoman operasional PTFI. Sebanyak 2.400 prosedur operasional standar telah diterapkan secara konsisten, didukung oleh pelatihan rutin dan kampanye keselamatan seperti Safety Starts with Me. Tim Emergency Preparedness and Response (EP&R) PTFI juga aktif dalam penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan, yang menunjukkan kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai ancaman darurat.

Kegiatan IFRC 2026 mencakup delapan kategori keterampilan, meliputi penanganan kebakaran, evakuasi korban kecelakaan kendaraan, penyelamatan di area terbatas dan ketinggian, hingga operasi penyelamatan bawah air. Selain kompetisi, panitia menyelenggarakan program Safety Goes to School pada 23 Oktober, yang akan menjangkau sekitar 1.000 siswa dari 10 sekolah di wilayah Timika. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran dini terhadap keselamatan dan memperkenalkan profesi penyelamat kepada generasi muda.

Panitia menyadari tantangan berupa kondisi kabut asap yang sempat mengganggu wilayah Timika, namun telah menyiapkan skenario mitigasi untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Wiyono Winarno, perwakilan Pertapindo dan Koordinator Juri IFRC 2026, menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan wadah penting bagi profesional bidang tanggap darurat untuk berbagi pengalaman, mengevaluasi kapasitas, serta memperkuat kerja sama antarperusahaan. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan PTFI sebagai tuan rumah yang memberikan ruang bagi komunitas keselamatan untuk berkembang bersama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya