IHSG Anjlok 1,33% Didorong Tekanan Global dan Inflasi AS
Indeks saham domestik turun signifikan hari ini, dipengaruhi pelemahan sektor utama, inflasi AS yang melonjak, serta sentimen geopolitik dan kebijakan moneter global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan penurunan tajam sebesar 1,33%, berada di level 5.863. Pergerakan negatif ini tercermin dari aktivitas pasar yang menunjukkan dominasi saham turun, dengan 592 emiten melemah, 252 stagnan, dan hanya 119 yang menguat. Volume perdagangan mencapai 306,62 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp10,25 triliun, menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi meski bergerak dalam arah negatif.
Penurunan indeks dipicu oleh tekanan dari sektor infrastruktur yang anjlok 4,6%, disusul energi turun 2,7% dan industri melemah 2,4%. Beberapa emiten kunci seperti Barito Renewables Energy (BREN), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Bank Central Asia (BBCA), Chandra Asri Pacific (TPIA), serta VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) menjadi pemberat utama. Di sisi lain, saham penopang seperti Amman Mineral (AMMN), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), United Tractors (UNTR), dan Bank of India Indonesia (BSWD) mampu menahan koreksi lebih dalam.
Diluar faktor domestik, pasar keuangan Indonesia terdampak oleh perkembangan global. Inflasi AS pada September 2026 melonjak menjadi 3,7% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,6%. Kenaikan ini didorong kenaikan harga bensin 34,2% dan minyak pemanas 74,2% secara tahunan, serta kenaikan bulanan IHK sebesar 0,6%, tertinggi sejak April 2026. Dampaknya, indeks dolar mencapai 102,555, level tertinggi sejak April 2025, yang berpotensi memperlemah rupiah dan mendorong arus modal keluar dari pasar berkembang.
Sentimen lain yang memengaruhi pasar datang dari perkembangan konflik di Yaman, di mana kelompok Houthi mengancam menyerang fasilitas minyak dan bandara Arab Saudi, memperburuk ketegangan geopolitik yang mengancam pasokan energi global. Di sisi lain, surplus perdagangan China pada September mencapai US$133,53 miliar, melonjak dari tahun sebelumnya, didorong ekspor yang naik 36,3% secara tahunan. Kenaikan impor China yang mencapai 31% juga menjadi sinyal positif bagi ekspor Indonesia, meski dampaknya masih terkendala oleh kebijakan moneter global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

