Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Anjlok 11,57% Akibat Konsultasi Klasifikasi MSCI

Indeks saham utama Indonesia merosot tajam ke level 5.185 setelah pasar bereaksi terhadap isu klasifikasi pasar oleh MSCI yang berpotensi mengubah status Indonesia dari pasar berkembang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.23 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 127x dibuka
IHSG Anjlok 11,57% Akibat Konsultasi Klasifikasi MSCI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (16/10/2026) di posisi 5.185,10, turun signifikan 678,67 poin atau 11,57% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan negatif dimulai sejak pembukaan pasar ketika indeks langsung berada di zona merah dengan level awal 5.393,92, jauh di bawah level penutupan hari sebelumnya. Meski sempat rebound ke kisaran 5.300 pada pukul 10.00 WIB, penguatan tersebut tidak bertahan, dan indeks kembali melemah hingga penutupan dengan level terendah mencapai 5.185,11.

Volume perdagangan hari ini mencapai 658,27 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp26,4 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 11 yang menguat, sementara 812 mengalami penurunan dan 140 tidak bergerak. Sejumlah sektor utama menjadi sorotan karena kinerja buruk, termasuk infrastruktur yang anjlok 14,3%, material dasar turun 13,3%, serta sektor kesehatan merosot 13,1%. Saham-saham besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, dan AMMN menjadi penekan utama indeks.

Di sisi lain, beberapa emiten berhasil menjadi penopang, seperti BYAN, BSWD, DNET, TRUK, dan ABDA yang menunjukkan kinerja lebih stabil atau menguat. Penyebab utama kerugian pasar berasal dari sentimen terkait rencana MSCI yang sedang dalam tahap konsultasi untuk meninjau kembali klasifikasi pasar saham Indonesia. MSCI mempertimbangkan perubahan status Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market, dengan alasan kekhawatiran terhadap investabilitas, transparansi kepemilikan, praktik perdagangan terkoordinasi, serta belum efektifnya penegakan aturan.

Proses konsultasi masih berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir yang akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. Selama periode ini, MSCI memutuskan untuk tidak melakukan perubahan indeks, termasuk menahan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), penambahan saham baru, atau promosi saham ke segmen indeks yang lebih tinggi. Keputusan tersebut berpotensi memperkuat kehati-hatian investor asing, yang dapat memicu arus keluar modal dan meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya