IHSG Anjlok 11,57% Akibat Konsultasi Klasifikasi MSCI
Indeks saham utama Indonesia merosot tajam ke level 5.185 setelah pasar bereaksi terhadap isu klasifikasi pasar oleh MSCI yang berpotensi mengubah status Indonesia dari pasar berkembang.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.23 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 127x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (16/10/2026) di posisi 5.185,10, turun signifikan 678,67 poin atau 11,57% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan negatif dimulai sejak pembukaan pasar ketika indeks langsung berada di zona merah dengan level awal 5.393,92, jauh di bawah level penutupan hari sebelumnya. Meski sempat rebound ke kisaran 5.300 pada pukul 10.00 WIB, penguatan tersebut tidak bertahan, dan indeks kembali melemah hingga penutupan dengan level terendah mencapai 5.185,11.
Volume perdagangan hari ini mencapai 658,27 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp26,4 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 11 yang menguat, sementara 812 mengalami penurunan dan 140 tidak bergerak. Sejumlah sektor utama menjadi sorotan karena kinerja buruk, termasuk infrastruktur yang anjlok 14,3%, material dasar turun 13,3%, serta sektor kesehatan merosot 13,1%. Saham-saham besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, dan AMMN menjadi penekan utama indeks.
Di sisi lain, beberapa emiten berhasil menjadi penopang, seperti BYAN, BSWD, DNET, TRUK, dan ABDA yang menunjukkan kinerja lebih stabil atau menguat. Penyebab utama kerugian pasar berasal dari sentimen terkait rencana MSCI yang sedang dalam tahap konsultasi untuk meninjau kembali klasifikasi pasar saham Indonesia. MSCI mempertimbangkan perubahan status Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market, dengan alasan kekhawatiran terhadap investabilitas, transparansi kepemilikan, praktik perdagangan terkoordinasi, serta belum efektifnya penegakan aturan.
Proses konsultasi masih berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir yang akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. Selama periode ini, MSCI memutuskan untuk tidak melakukan perubahan indeks, termasuk menahan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), penambahan saham baru, atau promosi saham ke segmen indeks yang lebih tinggi. Keputusan tersebut berpotensi memperkuat kehati-hatian investor asing, yang dapat memicu arus keluar modal dan meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Transmart gelar diskon besar-besaran untuk sepeda listrik hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit tertentu, berlaku 25 Oktober 2025 di seluruh gerai.
24 Oktober 2026

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Perseroan menyatakan belum ada perubahan pengendalian meski transaksi saham ke Jhonlin Baratama terjadi pada harga seragam Rp2.588 per saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

