IHSG Anjlok 2,16% di Akhir Sesi I, Tekanan Global Picu Pelemahan
Indeks harga saham gabungan turun 2,16% pada akhir sesi pertama, didorong tekanan dari pasar global dan sentimen ekonomi AS yang memanas.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.50 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan dengan penurunan signifikan sebesar 2,16%, mencatatkan penurunan tajam di tengah tekanan dari sektor-sektor utama. Dari total 963 saham yang diperdagangkan, 646 mengalami pelemahan, 231 stagnan, dan hanya 86 yang menguat. Tekanan terutama berasal dari sektor infrastruktur yang anjlok 5,4%, disusul energi turun 3,7% dan material dasar melemah 3,2%. Pergerakan ini memperkuat tekanan pada pasar modal domestik yang rentan terhadap volatilitas eksternal.
Beberapa emiten besar menjadi pemberat utama penurunan, termasuk PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT. Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT. Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), serta PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). Di sisi lain, saham-saham penopang seperti PT. Bank of India Indonesia Tbk. (BSWD), PT. United Tractors Tbk. (UNTR), PT. Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO), PT. Global Digital Niaga Tbk. (BELI), dan PT. Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) berhasil menahan koreksi lebih dalam.
Sentimen pasar terus terbebani oleh perkembangan geopolitik, terutama ancaman serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas minyak dan bandara di Arab Saudi. Serangan yang dilaporkan menghantam kompleks Saudi Aramco di Dhahran diperkirakan akan memperparah ketegangan di kawasan, yang berdampak pada stabilitas harga minyak global. Di sisi lain, inflasi AS kembali melonjak, dengan data CPI September 2026 mencapai 3,7% year-on-year, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,6%. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga energi, terutama bensin yang melonjak 34,2% dan minyak pemanas 74,2% secara tahunan.
Indeks dolar AS pun melonjak ke level 102,555, berada di posisi tertinggi sejak April 2025. Kenaikan ini berpotensi memperkuat dolar dan menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah. Sementara itu, surplus perdagangan China pada September 2026 mencapai US$133,53 miliar, melampaui ekspektasi pasar, didorong ekspor yang melonjak 36,3% menjadi US$447,18 miliar. Kenaikan impor China yang mencapai 31% juga menjadi sinyal positif bagi ekspor Indonesia.
Diskusi penting antara Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam sesi Fireside Chat di Bangkok menjadi perhatian pasar. Pernyataan Warsh diharapkan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter AS, yang dapat memengaruhi imbal hasil obligasi, pergerakan dolar, dan arus modal ke pasar berkembang. Pasar juga menantikan rilis data PPI AS untuk September, yang diperkirakan akan menunjukkan tekanan inflasi lanjutan dari sektor produksi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

