Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Bangkit Dipimpin Buyback BUMN dan Sinyal Investasi Baru

Indeks saham naik 1% ke level 5.381, didorong aksi pembelian kembali saham oleh emiten BUMN dan pernyataan optimistis Danantara terhadap peluang investasi jangka panjang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
IHSG Bangkit Dipimpin Buyback BUMN dan Sinyal Investasi Baru📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kebangkitan signifikan pada pertengahan sesi pertama perdagangan hari ini, bergerak menguat ke posisi 5.381,43 setelah sempat melemah hingga 2% di awal perdagangan. Kenaikan ini terjadi seiring munculnya sentimen positif dari aksi korporasi yang dilakukan sejumlah emiten, khususnya perusahaan milik negara (BUMN), melalui program pembelian kembali saham (buyback) dalam periode Oktober hingga Desember 2026. Aksi tersebut menjadi pemicu utama penguatan pasar, terutama di sektor perbankan dan telekomunikasi.

Beberapa emiten BUMN yang menjadi pendorong kenaikan antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), serta PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM). BMRI menyiapkan dana Rp1,17 triliun untuk buyback dari 30 April 2026 hingga 29 April 2027, sementara BBNI mengalokasikan Rp627 miliar dalam periode 27 Juli hingga 26 Oktober 2026. Telkom juga telah menyetujui program buyback hingga Rp4 triliun, dengan sisa alokasi masih lebih dari Rp3 triliun per 19 Oktober 2026.

Di tengah dinamika pasar, Danantara menunjukkan ketertarikan terhadap saham BUMN sebagai peluang investasi jangka panjang. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa penurunan harga saham saat ini justru menjadi momen strategis untuk masuk ke pasar, menegaskan keyakinan bahwa kondisi saat ini merupakan "opportunity" yang layak dieksploitasi. Sementara itu, COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola Dana BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pihaknya terbuka untuk menambah kepemilikan saham BUMN, asalkan kinerja dan valuasi tetap menarik.

Meski demikian, Danantara belum mengungkapkan saham spesifik yang akan dibeli atau besaran dana yang akan digunakan, menunjukkan bahwa langkah tersebut masih dalam tahap perencanaan. Pasar kini menantikan kelanjutan tren penguatan, terutama setelah aksi jual besar dua hari sebelumnya, serta hasil akhir evaluasi MSCI mengenai status pasar Indonesia yang masih menunggu keputusan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya