IHSG Melemah di Akhir Pekan, Investor Pantau Data AS
Indeks saham naik tipis 1,04% ke level 6.093, namun volume perdagangan turun, sementara arus modal asing tetap defisit hingga akhir tahun.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan harian sebesar 62,47 poin atau 1,04% pada Jumat (9/10), berakhir di posisi 6.093. Pergerakan ini didukung oleh aktivitas transaksi sebesar Rp9,95 triliun dengan volume perdagangan mencapai 38,38 miliar saham. Meski menguat di hari terakhir pekan, pergerakan indeks selama seminggu terakhir tercatat menguat 0,94% secara keseluruhan, dengan tiga hari menguat dan dua hari melemah.
Kapitalisasi pasar bursa naik 0,68% dari Rp10.627 triliun menjadi Rp10.701 triliun pada penutupan pekan lalu. Meski demikian, rata-rata volume transaksi harian turun 7,62% dari 50,37 miliar menjadi 46,53 miliar lembar saham. Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian meningkat signifikan 28,52%, dari Rp12,63 triliun menjadi Rp16,23 triliun. Frekuensi transaksi harian juga sedikit menurun, dari 1,68 juta menjadi 1,67 juta kali transaksi.
Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp30,40 miliar pada hari terakhir pekan, tetapi secara tahunan masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp84,99 triliun hingga Oktober 2026. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang 5.973 hingga 6.227 dalam sepekan ke depan, dengan risiko koreksi tetap tinggi. Faktor utama yang akan memengaruhi pergerakan pasar antara lain rilis data inflasi AS, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta arus modal asing.
Beberapa saham yang direkomendasikan berdasarkan analisis teknikal meliputi BRPT, BUMI, dan MDKA oleh Herditya, dengan target kenaikan masing-masing ke level 1.630, 208, dan 3.100. Sementara itu, Hendra Wardana dari Republik Investor menilai kenaikan IHSG belum cukup menjadi indikator pemulihan kepercayaan investor. Ia menekankan pentingnya stabilitas rupiah, arah kebijakan suku bunga, daya beli masyarakat, serta konsistensi kebijakan pemerintah dalam membangun kepercayaan pasar.
Untuk perdagangan Senin (12/10), IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas jika mampu bertahan di atas level 6.000. Support teknikal diperkirakan di rentang 5.950–5.995, sedangkan resistance terdekat berada di 6.120–6.150, dengan target berikutnya di 6.200–6.220. Rekomendasi saham dari Hendra meliputi ADRO, AADI, dan ANTM, dengan ekspektasi kenaikan ke level 2.700, 12.800, dan 3.400 pada pekan ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Terkoreksi 1% di Awal Sesi, Tekanan Global Picu Pelemahan
Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,01% menjadi 6.032,32 akibat tekanan jual dan volatilitas pasar global yang memicu kekhawatiran ekonomi.
12 Oktober 2026

IHSG Melemah 1% Akibat Tekanan Sektor Utama
Indeks saham bergerak turun 1,01% ke level 6.032 akibat tekanan jual di sektor infrastruktur, energi, dan material dasar, disertai sentimen global dari rilis data ekonomi penting.
12 Oktober 2026

MedcoEnergi Perkuat Posisi di Kutai dengan Akuisisi 10% Aset Gas Eni
MedcoEnergi resmi akuisisi 10% hak partisipasi non-operator di empat kontrak gas di Kutai, Kalimantan Timur, melalui kesepakatan dengan Eni, dengan penekanan pada ekspansi produksi dan potensi eksplorasi di wilayah produktif.
12 Oktober 2026

IHSG Terpuruk 2% di Sesi I Akibat Tekanan Jual Luas
Indeks harga saham gabungan anjlok 2% pada perdagangan Senin (12/10/2026), dipicu tekanan jual di sektor infrastruktur, energi, dan barang baku.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Kuat Menunjukkan Daya Beli Masyarakat Tetap Kokoh
Senin, 12 Oktober 2026, 15.28 WITA

Mendagri dan Mentan Perkuat Sinergi Swasembada Pangan Melalui BPP
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

ASII Perkuat Kendali di AUTO Lewat Tender Sukarela
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

China Perkuat Cadangan Emas, Dorong Stabilitas Ekonomi Global
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terkoreksi 2% di Sesi I, Tekanan Global dan MSCI Jadi Pemicu
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terpuruk 2%, Asing Gandeng 10 Saham Ini
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

Investor Asing Jual Bersih Rp166 Miliar, IHSG Terkoreksi Tajam
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

Aset FTX Kini Berubah Jadi Pendorong Revolusi AI
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

