IHSG Melesat 0,39% Didorong Kenaikan Sektor Properti dan Minimnya Tekanan Dolar
Indeks harga saham gabungan naik 0,39% ke level 5.948 berkat penguatan sektor properti dan pelemahan dolar AS serta imbal hasil obligasi AS.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 167x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,39% pada posisi 5.948 pada perdagangan hari ini, didukung oleh dominasi saham yang menguat dengan 291 emiten melonjak, meskipun 342 saham melemah dan 330 lainnya stagnan. Volume perdagangan mencapai 259,48 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp8,05 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang relatif stabil. Penguatan terjadi setelah sektor properti menjadi pendorong utama dengan kenaikan 2,09%, disusul oleh sektor keuangan yang naik 0,7% dan sektor konsumer non kritikal yang melonjak 0,4%.
Berdasarkan data pergerakan saham, emiten unggulan yang turut mendorong kenaikan IHSG antara lain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Di sisi lain, saham-saham yang menjadi beban pasar termasuk PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS).
Pelemahan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS menjadi faktor pendukung sentimen pasar. Indeks dolar turun 0,37% ke level 102,18, sementara yield obligasi AS tenor 10 tahun turun 2,3 basis poin menjadi 5,217%. Penurunan ini didorong oleh penurunan harga minyak dan penyesuaian posisi investor yang mulai menarik dana dari instrumen berdenominasi dolar menuju pasar berkembang seperti Indonesia. Hal ini menambah optimisme terhadap arus modal asing dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Dalam konteks global, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2026 menjadi 3,1%, sedikit lebih rendah dari 3,5% pada 2025, namun naik 0,1 poin dari proyeksi sebelumnya. Namun, IMF memperkirakan pertumbuhan kembali meningkat menjadi 3,4% pada 2027. Inflasi global diperkirakan naik ke 4,7% di 2026 sebelum melandai ke 4,1% pada 2027, dengan peringatan khusus terhadap negara berkembang berpendapatan rendah yang rentan terhadap lonjakan harga energi.
Pasar juga menanti rilis data inflasi China dan AS pada hari ini, Rabu (14/10/2026). Data IHK China Agustus 2026 menunjukkan kenaikan tahunan 0,8%, didorong kenaikan biaya transportasi, kesehatan, pendidikan, dan perumahan, sementara inflasi inti naik menjadi 1,0%. Di sisi lain, inflasi AS pada Agustus 2026 tetap di 3,4% secara tahunan, dengan kenaikan bulanan 0,4% terutama dipicu harga bensin. Inflasi inti naik 0,3% bulanan, melambat menjadi 2,4% secara tahunan, terendah sejak Maret 2021. Data ini akan menjadi acuan utama bagi The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

