Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melonjak, Asing Justru Likuidasi 10 Saham Ini

IHSG naik 5,65% ke level 5.278,89, didukung aktivitas perdagangan ramai, sementara asing catat net sell Rp2,21 triliun di 10 saham utama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 55x dibuka
IHSG Melonjak, Asing Justru Likuidasi 10 Saham Ini📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa (20/10/2026), menutup sesi di posisi 5.278,89, melonjak 282,28 poin atau 5,65% dari penutupan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang tinggi, dengan total transaksi mencapai 567,9 juta lot dan nilai transaksi mencapai Rp26,54 triliun. Sebanyak 670 saham menguat, hanya 99 yang melemah, serta 30 saham berada dalam posisi stagnan, menunjukkan dominasi sentimen positif di pasar.

Di tengah kenaikan indeks, investor asing justru memperlihatkan kecenderungan net sell besar-besaran, dengan total penjualan bersih mencapai Rp2,21 triliun. Dari total tersebut, sebesar Rp2,13 triliun berasal dari pasar reguler, sedangkan pasar negosiasi dan tunai menyumbang Rp80,33 miliar. Aksi likuidasi ini menunjukkan ketidakselarasan antara kenaikan harga indeks dan kepercayaan investor asing terhadap sejumlah emiten tertentu.

Saham-saham yang paling banyak dibiarkan asing dijual bersih antara lain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan nilai Rp966,11 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp355,39 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp269,82 miliar. Di sektor lain, PT Indosat Tbk. (ISAT), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) juga menjadi target penjualan asing dengan nilai masing-masing di atas Rp100 miliar.

Sementara itu, emiten seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Timah Tbk. (TINS), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) turut tercatat sebagai saham dengan net foreign sell tertinggi, dengan angka masing-masing antara Rp62 miliar hingga Rp84 miliar. Aksi ini mengindikasikan kehati-hatian terhadap sektor perbankan, telekomunikasi, dan tambang, meski pasar secara keseluruhan bergerak positif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya