Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Naik 1,12%, Asing Borong 10 Saham Ini

IHSG ditutup menguat 1,12% ke level 5.387,91 pada Kamis (22/10/2026), didukung pembelian asing terhadap 10 saham utama meski secara keseluruhan asing mencatatkan penjualan bersih Rp1,49 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
IHSG Naik 1,12%, Asing Borong 10 Saham Ini📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, dengan penguatan signifikan sebesar 1,12%, mencapai level 5.387,91. Kenaikan ini terjadi di tengah aktivitas pasar yang cukup tinggi, dengan volume transaksi mencapai 331,29 juta lot dan nilai transaksi mencapai Rp15,31 triliun. Meskipun aktivitas perdagangan kuat, investor asing secara keseluruhan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,49 triliun, termasuk Rp1,47 triliun di pasar reguler dan Rp15,82 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Namun, di tengah tekanan penjualan bersih tersebut, terdapat sejumlah emiten yang menjadi fokus pembelian asing. Berdasarkan data dari platform analitik, sepuluh saham dengan pembelian bersih asing terbesar menjadi pendorong utama penguatan indeks. Di antaranya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi yang paling banyak dibeli dengan nilai mencapai Rp152,31 miliar.

Saham-saham lain yang mendapat perhatian asing meliputi PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) dengan pembelian bersih Rp52,48 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp51,26 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan nilai Rp42,99 miliar. Selain itu, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), serta PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) juga masuk dalam daftar pembelian asing terbesar, masing-masing dengan nilai Rp22,91 miliar, Rp19,03 miliar, dan Rp17,62 miliar.

Ketertarikan asing terhadap saham-saham ini, termasuk perusahaan tambang, perbankan, dan sektor teknologi, menunjukkan ekspektasi terhadap kinerja fundamental dan potensi pertumbuhan jangka menengah. Meskipun secara keseluruhan asing tetap melakukan aksi jual, dominasi pembelian terhadap sejumlah emiten kunci mampu menopang penguatan pasar saham secara keseluruhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya