IHSG Pulih Setelah Tekanan Awal, Naik 1% di SesI Pagi
Indeks saham naik 1% ke level 5.381, didorong kenaikan sektor energi dan aktivitas perdagangan ramai, sementara Presiden menegaskan ketahanan terhadap tekanan klasifikasi pasar global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 40x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi pertama hari ini, mencatat kenaikan signifikan setelah sempat terpuruk di awal sesi. Pada pukul 09.56 WIB, indeks berada di posisi 5.381,43, meningkat 53,07 poin atau 1% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan awal yang lesu, dengan pembukaan di level 5.247, berubah drastis dalam waktu singkat, menunjukkan kekuatan pemulihan pasar yang cepat. Tekanan awal tidak bertahan lama, seiring dengan aliran modal masuk ke sektor unggulan yang mendorong penguatan bertahap hingga mencapai level tertinggi harian di 5.382,36.
Aktivitas pasar terpantau cukup tinggi, dengan volume transaksi mencapai 100,26 juta lot dan nilai perdagangan mencapai Rp4,467 triliun hingga pukul 09.56 WIB. Penguatan IHSG didukung dominan oleh sektor energi yang melonjak 2,7%, diikuti oleh sektor industri yang naik 1,1% dan sektor konsumer kritikal dengan kenaikan 1,05%. Kenaikan ini mencerminkan kembali kepercayaan investor terhadap sektor-sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap kinerja pasar secara keseluruhan.
Saham-saham yang menjadi penopang utama pergerakan indeks antara lain PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM). Di sisi lain, saham-saham pemberat seperti PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT. Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT. United Tractors Tbk. (UNTR), serta PT. VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mencatat kinerja melemah, berkontribusi terhadap volatilitas awal pasar.
Di tengah dinamika pasar, perhatian investor tertuju pada kebijakan dalam negeri dan isu global. Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan sambil meluncurkan kebijakan baru untuk mendorong penyaluran kredit. Di sisi lain, pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana MSCI meninjau kembali klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market turut memengaruhi sentimen pasar. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk tekanan yang bermaksud menakut-nakuti pelaku pasar, namun menegaskan bahwa Indonesia tetap kokoh menghadapi tantangan tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

