IHSG Terkoreksi 2% di Sesi I, Tekanan Global dan MSCI Jadi Pemicu
Indeks saham domestik melemah 1,94% ke level 5.975 akibat tekanan dari sentimen global, ketidakpastian kebijakan MSCI, dan pelemahan sektor utama.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan pertama hari ini, mencatatkan penurunan 117,98 poin atau 1,94% ke posisi 5.975. Pada puncak koreksi intraday, indeks sempat menyentuh level 5.971, menunjukkan tekanan jual yang kuat sejak awal perdagangan. Pelemahan ini terjadi di tengah ketidakpastian yang meluas, baik dari sisi ekonomi global maupun kebijakan pasar keuangan internasional.
Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia mengalami koreksi, dengan sektor energi menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 3,57%. Sektor infrastruktur dan material dasar menyusul dengan penurunan masing-masing 3,33% dan 2,77%. Sementara itu, sektor industri, konsumer primer, dan transportasi juga turut melemah di kisaran 2% hingga 1,8%. Pergerakan negatif juga terjadi pada sektor keuangan, teknologi, kesehatan, properti, dan konsumer non-primer, menandakan tekanan menyeluruh terhadap pasar.
Analis Phintraco Sekuritas, Desy Erawati, menekankan bahwa sentimen terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) tetap menjadi fokus utama pasar. Pasar masih menanti evaluasi atas pembekuan kenaikan faktor inklusi asing (FIF), jumlah saham (NOS), serta penambahan saham baru dalam indeks. Keputusan akhir diproyeksikan akan diumumkan pada akhir Oktober 2026, menyusul peninjauan indeks yang dilakukan pada November 2026. Ketidakpastian ini memperkuat kecenderungan hati-hati di kalangan investor.
Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas menyoroti ketergantungan pasar terhadap data ekonomi utama global, khususnya inflasi AS dan China, yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Peningkatan inflasi AS berpotensi memperkuat dolar AS, menekan nilai tukar rupiah, dan mengurangi arus modal asing ke pasar Indonesia. Di samping itu, perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan pertemuan IMF-Bank Dunia juga turut memengaruhi sentimen pasar. Dalam jangka pendek, prospek IHSG diperkirakan negatif mengingat tekanan dari berbagai faktor eksternal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Terkoreksi 1% di Awal Sesi, Tekanan Global Picu Pelemahan
Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,01% menjadi 6.032,32 akibat tekanan jual dan volatilitas pasar global yang memicu kekhawatiran ekonomi.
12 Oktober 2026

IHSG Melemah 1% Akibat Tekanan Sektor Utama
Indeks saham bergerak turun 1,01% ke level 6.032 akibat tekanan jual di sektor infrastruktur, energi, dan material dasar, disertai sentimen global dari rilis data ekonomi penting.
12 Oktober 2026

MedcoEnergi Perkuat Posisi di Kutai dengan Akuisisi 10% Aset Gas Eni
MedcoEnergi resmi akuisisi 10% hak partisipasi non-operator di empat kontrak gas di Kutai, Kalimantan Timur, melalui kesepakatan dengan Eni, dengan penekanan pada ekspansi produksi dan potensi eksplorasi di wilayah produktif.
12 Oktober 2026

IHSG Terpuruk 2% di Sesi I Akibat Tekanan Jual Luas
Indeks harga saham gabungan anjlok 2% pada perdagangan Senin (12/10/2026), dipicu tekanan jual di sektor infrastruktur, energi, dan barang baku.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Kuat Menunjukkan Daya Beli Masyarakat Tetap Kokoh
Senin, 12 Oktober 2026, 15.28 WITA

Mendagri dan Mentan Perkuat Sinergi Swasembada Pangan Melalui BPP
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

ASII Perkuat Kendali di AUTO Lewat Tender Sukarela
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

China Perkuat Cadangan Emas, Dorong Stabilitas Ekonomi Global
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terpuruk 2%, Asing Gandeng 10 Saham Ini
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

Investor Asing Jual Bersih Rp166 Miliar, IHSG Terkoreksi Tajam
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

Aset FTX Kini Berubah Jadi Pendorong Revolusi AI
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Melemah di Akhir Pekan, Investor Pantau Data AS
Senin, 12 Oktober 2026, 15.25 WITA

